
Pengaruh Penambahan Gula Pasir terhadap Waktu Ikat Awal Pasta Semen dan Mortar
Author(s) -
Retno Trimurtiningrum,
Bantot Sutriono,
Billy Arrowrichta,
Hiasintus Bertus Watu
Publication year - 2019
Publication title -
kurvatek
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2528-2670
pISSN - 2477-7870
DOI - 10.33579/krvtk.v4i2.1564
Subject(s) - physics
Dalam pelaksanaan konstruksi dengan material beton, seringkali lokasi batching plan berbeda dengan lokasi proyek, sehingga memerlukan waktu dalam pengangkutan materialnya. Untuk mencegah agar material beton tidak mengalami pengikatan terlebih dahulu sebelum dilakukan pengecoran, maka diperlukan bahan tambah kimia untuk memperlambat waktu pengikatan, yaitu retarder. Umumnya, bahan tambah kimia termasuk retarder mempunyai harga yang relatif mahal. Oleh karena itu, dalam penelitian ini digunakan bahan alternatif gula karena gula merupakan salah satu komposisi dalam retarder serta mempunyai harga yang relatif murah dan mudah untuk didapatkan. Persentase bahan tambah gula yang digunakan adalah 0% (sebagai benda uji kontrol); 0,03%; 0,05% dan 0,1%. Pengujian waktu ikat menggunakan peralatan jarum vikat untuk pasta semen dan alat penetration resistance untuk mortar. Hasil pengujian waktu ikat menunjukkan bahwa gula dapat menunda waktu ikat awal pada benda uji pasta semen maupun mortar. Waktu ikat awal terpanjang diperoleh pada campuran G-0,1% yaitu 157,69 menit untuk benda uji pasta semen dan 250 menit untuk benda uji mortar.Kata kunci: waktu pengikatan, gula, pasta semen, mortar