
HUBUNGAN OPTIMISME MASA PERSIAPAN PENSIUN DENGAN SINDROM PURNA KUASA PADA PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS) GURU DI KOTA MAKASSAR
Author(s) -
Puji Rahayu
Publication year - 2017
Publication title -
jurnal administrasi negara
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-3424
pISSN - 1410-8399
DOI - 10.33509/jan.v23i3.37
Subject(s) - physics , psychology , humanities , philosophy
Gejala sindrom purna kuasa yang dialami oleh individu yang sudah tidak bekerja atau sudah memasuki masa persiapan pensiun sering dialami oleh Pegawai yang akan berakhir maupun telah berakhir masa kerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan optimisme masa persiapan pensiun dan sindrom purna kuasa. Metode Penelitian adalah kuantitaif-asosiatif. Populasi dalam penelitian ini adalah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Guru yang ada di kota Makassar dan pengambilan sampel sebanyak 29 orang menggunakan teknik accidental sampling, mengingat penelitian ini bersifat non parametrik dimana sampel boleh berjumlah kurang dari 30 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan negatif antara optimisme masa persiapan pensiun dan sindrom purna kuasa, r = - 0,822 (p = 0,000 ). Artinya, semakin tinggi optimisme masa persiapan pensiun maka semakin rendah sindrom purna kuasa pada Tenaga Pengajar (Guru) yang berstatus PNS. Hal tersebut menunjukkan ada pengaruh negatif yang siginifikan antara optimisme masa persiapan pensiun dan sindrom purna kuasa. Implikasi dari penelitian ini adalah sebagai informasi untuk menanamkan sikap optimisme dalam diri untuk menghadapi masa persiapan pensiun agar terhindar dari sindrom purna kuasa.Kata kunci: Pensiun, Masa Persiapan Pensiun, Sindrom Purna Kuasa, Pegawai Negeri Sipil, dan Guru. The symptoms of post power syndrome are often experienced by individuals who are retired or has entered a period prior to retirement. This study aims to determine the relationship between optimism retirement preparation and post power syndrome. This study aims to determine the relationship of optimism during the preparation of retirement and post power syndrome. Research method is quantitative-associative. The population in this research is Civil Servant (PNS) of teachers in Makassar city and sampling of 29 people using accidental sampling technique, considering this research is non parametric where the sample may amount to less than 30 people. The result showed there is a negative relationship between optimism retirement preparation and post-power syndrome, r = - 0.822 (p = 0.000). That is, the higher the optimism of retirement preparation period, the lower the syndrome of powers on the teachers as civil servants. This suggests that there is a significant negative influence between optimism of retirement preparation period and post-power syndrome. This study implicates that it is necessary to instill an optimism attitude in order to face future retirement period as an attempt to avoid the post-power syndrome.Keywords: Retirement, Retirement Preparation, Post-Power Syndrome, Civil Servant, and Teacher.