
Peningkatan Awareness Masyarakat terhadap Pentingnya Penerapan Protokol Kesehatan 5M sebagai Mitigasi Penyebaran Covid-19
Author(s) -
Erfan Efendi,
Muhammad Shofyan Tsauri,
Ayu Mei Lisa Putri,
Lutfi Damayanti,
Khoirotul Kiptiyah,
Anita Febriana,
Siti Nurhalisa,
Hendri Kurniawan,
Mohammad Safi’in,
Dilyan Ardi Hutama,
Eka Hariyanto
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal pembelajaran pemberdayaan masyarakat
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2721-5156
pISSN - 2721-5148
DOI - 10.33474/jp2m.v2i4.13461
Subject(s) - humanities , political science , physics , philosophy
Pandemi COVID-19 ini telah menyebabkan masalah serius pada dunia kesehatan global yang berdampak besar terhadap sudut pandang orang menginterpretasikan dunia dalam kegiatan kehidupan sehari-hari. Pemerintah juga turut dalam upaya pencegahan penyebaran virus COVID-19 seperti pemberlakuan pebatasan sosial dan imbauan penerapan Protokol Kesehatan 5M, yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, serta mengurangi mobilitas.Beberapa masyarakat di Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang kurang peduli pada penerapan protokol kesehatan dan penerapan hidup sehat. Kurangnya kepedulian dan pelaksanaan protokol kesehatan ini akibat kurangnya edukasi yang diterima masyarakat akan pentingnya protokol kesehatan dan hidup sehat untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang bisa dibilang masih cukup tinggi dan perlu diwaspadai. Sehingga diperlukan sosialisasi demi meningkatkan awareness masyarakat terhadap pentingnya penerapan Protokol Kesehatan dan hidup sehat di era pandemi COVID-19 seperti saat ini. Tujuan diadakannya kegiatan sosialisasi ini sebagai upaya menurunkan tingkat penyebaran COVID-19, yakni dengan memberikan wawasan serta edukasi pada warga Desa Waturejo, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang mengenai pentingnya Protokol Kesehatan dan hidup sehat di tengah masa pandemi COVID-19. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yakni metode partisipatif, dengan beberapa tahapan kegiatan, yaitu : (1) tahapan awal yaitu mengenai sosialisasi yang akan dilakukan dengan penyusunan jadwal penyampaian materi, distribusi kegiatan pada anggota tim, serta materi presentasi; (2) tahapan kedua, merupakan tahap penyampaian sosialisasi yang dipresentasikan langsung melalui power point ; (3) tahapan ketiga, berisi tahap evaluasi dari materi sosialisasi yang telah dipresentasikan dengan kegiatan tanya jawab yang berasal dari peserta yang mengikuti kegiatan sosialisasi; (4) Tahapan keempat, berisi kegiatan pembagian masker yang sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) dan hand sanitizer kepada peserta kegiatan; (5) Tahap kelima yaitu tahap pemasangan banner tentang pentingnya protokol kesehatan Kegiatan pengabdian masyarakat ini berjalan dengan lancar dan disambut antusiasme warga. Sehingga kesimpulan yang dapat diambil, yaitu bahwa sosialisasi menggunakan metode partisipatif lebih efektif dan efisien dalam penyampaiannya kepada masyarakat.