
Pemanfaatan Mikro dan Marketing Guna Meningkatkan Perekonomian Desa di Masa Pandemi
Author(s) -
Kartika Rose Rachmadi,
Miftakhul Jannah,
Celline Ayunda Salsabilla
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal pembelajaran pemberdayaan masyarakat
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2721-5156
pISSN - 2721-5148
DOI - 10.33474/jp2m.v2i3.13230
Subject(s) - humanities , political science , business administration , business , art
Pandemi Covid-19 sudah menjadi ancaman baru di Indonesia. Hampir semua kota besar di Indonesia telah terjangkit oleh virus ini. Virus ini membawa dampak yang sangat besar terhadap berbagai sector terutama di Desa Torongrejo Apalagi disaat pandemi seperti ini, orang orang berdiam diri di rumah kecuali pergi untuk kepentingan saja, maka internet sangat membantu untuk bertukar informasi.Hal ini juga dilandasi karena penggunaan internet yang semakin meningkat dari tahun ke tahun. Indonesia sendiri menempati posisi 5 besar pada tahun 2019 sebagai negara dengan pengguna internet terbesar didunia dengan peringkat kelima. Social Media Marketing merupakan salah satu jenis digital marketing untuk memasarkan dan membesarkan brand. Jenis ini sangat banyak digunakan karena lebih mudah dalam memasarkannya maupun menyebarluaskan konten, dimana semua orang banyak menggunakan media sosial dalam kehidupan sehari hari. Dari itu kita bisa memanfaatkan teknologi yang ada untuk membangkitkan ekonomi khususnya dalam pembangunan ekonmi untuk para petani sayur untuk memasarkan produknya melalui internet. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini untuk meningkatkan pembangunan ekonomi saat pandemi dengan memanfaatkan teknologi yang ada di Desa Torongrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu. Metode yang digunakan dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi adalah metode pendidikan masyarakat dan pelatihan. Materi-materi dalam upaya pengembangan usaha berbasis teknologi pada UMKM Desa Torongrejo melalui pelatihan digital marketing meliputi: 1) Menumbuhan jiwa kewirausahaan dan memberikan insipirasi dari keberhasilan bisnis online, 2) Sharing session, 3) Pelatihan digital marketing. Hasil identifikasi menunjukkan bahwa banyak masyarakat di Desa Torongrejo menggunakan teknologi sederhana dalam pemasaran, yaitu didominasi dengan media Whatsapp dan Facebook. Bahkan masih banyak masyarakat dan UMKM yang menjalankan usahanya secara offline tanpa bantuan teknologi. Hasil evaluasi dari kegiatan pelatihan digital marketing menunjukkan bahwa kegiatan ini mendapatkan tanggapan yang positif, dinilai dapat memberikan wawasan dan ilmu, dan memberikan inspirasi. Hampir seluruh pelaku usaha ingin mempraktekan bisnis online ini dalam pengembangan usahanya.