
Malam Tujuh Likur Pada Masyarakat Melayu Rempang Cate Kota Batam
Author(s) -
Fitri Yanti,
Niina
Publication year - 2019
Publication title -
historia : jurnal program studi pendidikan sejarah/historia
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2599-0063
pISSN - 2301-8305
DOI - 10.33373/hstr.v4i2.1954
Subject(s) - humanities , psychology , art
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan tentang Tradisi Malam Tujuh Likur pada masyarakat Melayu Rempang Cate Kota Batam. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif. Penelitian ini dilaksanakan di Rempang Cate Kecamatan Galang dengan sumber primer: lurah, ketua adat, tokoh agama, dan masyarakat, sumber sekunder penelitian ini didapatkan melalui dokumentasi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menjelaskan pelaksanaan Malam Tujuh Likur dimulai dengan menghantar sesajian dengan membawa berbagai macam kue ke pohon yang dianggap keramat. Sesajian yang dibawa bermakna untuk mencari berkah, atau tidak sakit, dan agar kampung aman dijauhi dari mara bahaya. Selain itu tujuan menghantar sesajian sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur. Pelaksanaan yang kedua yaitu memasang pelita, pelita melambangkan jiwa yang terang dan berfungsi sebagai penerangan. Pelaksanaan yang ketiga adalah kenduri. Kenduri bertujuan untuk mendoakan orang yang telah meninggal.Kata kunci: Tradisi, Malam Tujuh Likur, Rempang Cate.