
Terjemahan Makna Kalimah Al-Muzn Dan Yasbahun: Satu Penilaian Semula Berdasarkan Kaedah Tafsir Ilmi
Author(s) -
Ahmad Bazli Ahmad Hilmi,
Zulkifli Mohd Yusoff,
Selamat Amir
Publication year - 2019
Publication title -
ulum islamiyyah
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2289-4799
pISSN - 1675-5936
DOI - 10.33102/uij.vol16no0.125
Subject(s) - exegesis , meaning (existential) , miracle , sky , literature , philosophy , art , astrophysics , theology , physics , epistemology
Some of the problems found in the translation of the meaning of the Holy Qur’an cause a word or verse of Qur’an to not be translated accurately. The major factor contributing to the problem is the limited skills in the fields related to the Qur’an. Therefore revaluation of the existing translations of the Qur’an become a necessity in view of the Qur’an is a miracle that lasted until the end of time. This study aims to review the translation of the meaning of the words Al-Muzn dan yasbahun based on the scientific exegesis. Using library research methodology, the study was conducted by analyzing the translation of the meaning of the Holy Qur’an (Tafsir Pimpinan ar-Rahman dan Terjemahan al-Hidayah al-Quran al-Karim) regarding the creation of the sky focused on rainfall and the movement of objects in the sky by scientific exegesis. Analysis of the samples showed that the existing translations of the Qur’an didn’t make difference for some words related to the rainfall and make exegesis for word yasbahun related to movement of objects in the sky. Results showed that the value addition is applied to the existing translations of the meaning of Qur’anic verses related to the creation of the sky; the specialization of the general translation of the meaning of the word Al-Muzn and the use of the translation of the original meaning for the word yasbahun without exegesis in the sky creation.
Abstrak
Beberapa permasalahan yang terdapat dalam penterjemahan makna al-Quran menyebabkan sesuatu perkataan atau ayat al-Quran tidak diterjemahkan dengan tepat. Faktor utama yang menyumbang kepada permasalahan tersebut ialah terbatasnya kemahiran dalam ilmu-ilmu yang berkaitan dengan al-Quran. Oleh yang demikian penilaian semula terjemahan al-Quran sedia ada adalah satu keperluan memandangkan al-Quran merupakan mukjizat yang kekal hingga ke akhir zaman. Kajian bertujuan menyemak kembali terjemahan al-Quran Bahasa Melayu sedia ada yang memfokuskan terjemahan makna kalimah al-muzn dan yasbahun seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan teknologi dewasa ini. Kajian yang menggunakan metodologi penyelidikan perpustakaan ini dijalankan dengan menganalisis terjemahan makna ayat Al-Quran (Tafsir Pimpinan ar-Rahman dan Terjemahan al-Hidayah al-Quran al-Karim) berkaitan penciptaan langit yang memfokuskan kejadian hujan dan pergerakan objek di langit berdasarkan kaedah tafsir ‘ilmi. Analisis terhadap sampel kajian menunjukkan terjemahan al-Quran sedia ada tidak memberikan perbezaan terhadap beberapa kalimah berkaitan kejadian hujan dan mentakwilkan kalimah yasbahun bagi pergerakan objek di langit. Hasil kajian menunjukkan terdapat penambahan nilai diterapkan kepada terjemahan makna ayat al-Quran sedia ada berkaitan penciptaan langit; pengkhususan terjemahan makna yang umum bagi kalimah al-muzn dan penggunaan terjemahan makna asal bagi kalimah yasbahun tanpa takwil.