
Kerangka Prinsip Privasi Berkaitan Rumah Kediaman Dalam Islam
Author(s) -
Zahari Mahad Musa
Publication year - 2014
Publication title -
ulum islamiyyah
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2289-4799
pISSN - 1675-5936
DOI - 10.33102/uij.vol12no.217
Subject(s) - humanities , islam , fiqh , political science , sociology , art , sharia , theology , philosophy
Rumah kediaman adalah sebahagian keperluan asas (daruriyyat) dalam kehidupan manusia. Dalam Islam, penetapan sesuatu tempat sebagai rumah kediaman mempunyai kepentingan yang tersendiri. Rumah kediaman bukan sahaja dilihat sebagai tempat perlindungan kepada diri dan harta benda, tetapi turut mempunyai kepentingan sebagai ruang kebersendirian atau zon privasi peribadi. Artikel ini bertujuan untuk meneroka perkara-perkara yang mendasari prinsip privasi tentang rumah kediaman dalam perundangan Islam. Tumpuan akan diberikan kepada pembinaan kerangka prinsip privasi berkaitan rumah kediaman. Secara amnya, Islam memberi keseimbangan antara tuntutan hidup bersosial dan keperluan untuk bersendiri dalam sesuatu masa. Prinsip privasi bagi sesuatu rumah kediaman bukan sahaja menunjukkan jaminan penjagaan lima tujuan utama syariah (maqasid syariah) malah menjadi suatu etika berinteraksi yang berpandukan wahyu dalam kehidupan seharian.Dwelling house is part of the basic needs in human life. In Islam, the designation of a place as a dwelling house has its own importance. The dwelling house is not only seen as a sanctuary for oneself and his property it is also significant in privacy space. This paper aims to explore the underlying principles related to privacy of dwelling house in Islamic jurisprudence. The discussion will focus on the construction of the frame through relevant privacy principles. In general, Islam provides a balance between the social life and the need to be alone at a time. The principles of privacy fora dwelling house not only show security of shariah objectives but can be an ethics of interaction based on revelation in everyday life.