
Hubungan antara Durasi Ketuban Pecah Dini dengan APGAR Skor Neonatus
Author(s) -
Novia Anggraeni,
Asriani Asriani,
Rauly Rahmadani
Publication year - 2020
Publication title -
umi medical journal/umi medical journal
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-7561
pISSN - 2548-4079
DOI - 10.33096/umj.v5i2.117
Subject(s) - mathematics , gynecology , medicine
Latar belakang: Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan kondisi dimana pecahnya selaput ketuban sebelumadanya tanda persalinan. Durasi KPD menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kondisi bayi baru lahir,semakin lama perlangsungan KPD maka akan menyebabkan hipoksia pada janin yang nantinya dapat dinilaimenggunakan APGAR skor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara durasiketuban pecah dini dengan APGAR skor neonatus.Metode: Penelitian ini bersifat observasioal analitik dengan design penelitian Cross-sectional. Populasi penelitianini ialah seluruh ibu yang didiagnosis KPD berdasarkan data rekam medik RSUD Syekh Yusuf Gowa periodeJanuari–Desember 2018. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling yang memiliki beberapakriteria dan yang memenuhi sebagai sampel sebanyak 112 ibu dengan KPD.Hasil: Durasi KPD 12 jam didapatkan skor APGAR berat 2 kasus(1,79%), skor APGAR sedang 24 kasus (21,43%) dan skor APGAR normal 36 kasus (32,14%). Analisis bivariatmenggunakan uji Chi-Square diperoleh nilai p=0,000 (p < 0,05).Kesimpulan: Terdapat hubungan antara durasi ketuban pecah dini dengan APGAR skor neonatus.