z-logo
open-access-imgOpen Access
KARAKTERISTIK FISIK RUMAH ADAT GORONTALO (DULOHUPA DAN BANTAYO POBO’IDE
Author(s) -
Rahmawati Eka
Publication year - 2018
Publication title -
losari
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2527-8886
pISSN - 2502-4892
DOI - 10.33096/losari.v3i1.66
Subject(s) - humanities , art
Tujuan penelitian menganalisis karakteristik fisik Rumah Adat Gorontalo. Metode penelitian paradigma rasionalistik dengan lokasi Kota Gorontalo dan Kabupaten Limboto. Survey lapangan dilakukan pada bulan November – Desember 2015, dimulai dengan pengambilan data awal dilanjutkan dengan wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan kemudian strukturisasi data, serta konfirmasi data dengan kenyataan di lapangan dan pandangan tokoh adat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik kedua rumah adat sebagai berikut: (1) luasan, Dulohupa lebih kecil daripada Bantayo Pobo’ide. (2) Organisasi ruang, Dulohupa memiliki susunan ruang lebih sederhana, jumlah ruang lebih sedikit (7 ruang), dan fungsi utamanya untuk kegiatan adat, sedangkan Bantayo Pobo’ide lebih rumit, ruang lebih banyak (22 ruang), dan fungsi utamanya untuk kegiatan adat dan kediaman raja. Karakteristik yang lebih mengacu pada falsafah adat gorontalo yaitu “adati hula-hula’a to sara’a, sara’a hula-hula’a to kuru’ani” karena menurut tinjauan historis Gorontalo raja pertama masuk Islam sehingga semua adat istiadat budayanya menganut ajaran Islam.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here