
Kaidah Al-Taqdi>m Wa Al-Takhi>r dalam Al-Qur’an
Author(s) -
Ilyas Thahir
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal ilmiah islamic resources
Language(s) - English
Resource type - Journals
ISSN - 1412-3231
DOI - 10.33096/jiir.v16i2.15
Subject(s) - physics , humanities , philosophy
Al-Qur’an sebagai kalam Allah memiliki kemukjizatan dari berbagai aspeknya. Hal ini tidak lepas dari kedudukan al-Qur’an sebagai risalah Allah bagi seluruh umat manusia. Untuk mengetahui betapa besarnya rahasia al-Qur’an maka perlu mengkaji makna dan kandungan ayat-ayatnya, sehingga bentuk daripada pengetahuan terhadap al-Qur’an adalah bagaimana mengetahui penafsiran al-Qur’an itu sendiri. Penafsiran al-Qur’an membutuhkan perangkat ilmu untuk membantu memahami makna-maknanya. Salah satu aspek yang menakjubkan adalah dari sisi al-taqsim wa al takhir. Taqdi>m dan Takhi>r yang dimaksudkan dalam kaidah ini adalah mendahulukan atau mengakhirkan satu lafad| atau ayat yang satu dari satu lafad| atau ayat yang lain. Atau memposisikan suatu lafad| sebelum posisinya yang asli, atau sesudahnya untuk memperlihatkan kehususan ,keutamaan, dan urgensi dari lafad| tersebut Dan merupakan pembuktian bahwa betapa uslub bahasa al-Qur’a>n sangat tinggi nilai keindahannya, dan bahwa sampai kapanpun al-Quran akan tetap surpive –autentik- baik aspek bahasa maupun nilai-nilai yang terkandung didalamnya