z-logo
open-access-imgOpen Access
Implementasi Algoritma Vertical Bit Rotation (VBR) Pada File Teks
Author(s) -
Yeffriansjah Salim
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal sains komputer dan teknologi informasi
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
ISSN - 2655-7460
DOI - 10.33084/jsakti.v3i1.1742
Subject(s) - computer science
Kriptografi adalah suatu ilmu untuk menyembunyikan suatu informasi. Apabila seseorang menerima atau mengirim pesan pada jaringan, ada empat hal persoalan yang penting, yaitu kerahasiaan, autentikasi, keutuhan dan non repudiation. Kerahasiaan adalah bahwa data kita tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berkepentingan. Autentikasi memberi garansi keaslian data serta dengan siapa kita berhubungan. Keutuhan memberi garansi bahwa data tidak mengalami perubahan sewaktu dalam perjalanan, dan non repudiation berarti si pengirim informasi tidak dapat menyangkal bahwa pesan yang dikirim bukan darinya. Salah satu dari bagian kriptografi adalah fungsi hash satu arah. Hash adalah suatu kode dari hasil enkripsi yang umumnya terdiri dari huruf maupun angka yang acak. Kegunaan hash satu arah untuk mempermudah proses enkripsi menjadi cipher text dengan meningkatkan kesulitan perubahan ke plaintext. Salah satu fungsi hash yang paling banyak digunakan adalah Vertical Bit Rotation (VBR). Penelitian ini membuat model implementasi algoritma vertical bit rotation (VBR) pada file teks, mulai dari membuat file teks (plaintext), proses enkripsi pada metode perputaran VBR ini mengubah posisi bit 11, 4, 2, 5, 10, 9, 5, dan 7 pada karakter yang telah diubah dalam bentuk nilai biner, selanjutnya akan disimpan ke dalam file teks, melakukan proses dekripsi file teks menggunakan algoritma VBR, dan membandingkan plaintext dengan isi file teks hasil dekripsi menggunakan algoritma VBR. Hasil dari penelitian dengan menggunakan 30 sampel plaintext yang dibuat secara acak (random) menghasilkan nilai accuracy 86,67%.sebanyak 4 sampel data mengalami kegagalan informasi dan tidak sesuai dengan plaintext disebabkan proses konversi dari bilangan biner ke ASCII menjadi karakter ciphertext terutama nilai ASCII yang tidak memiliki karakter yang khusus seperti nilai 00, 01, 09, 10, 13, 28, 29, 30, 31, dan 32.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here