
ANALISIS KEMAMPUAN KOGNITIF PEMECAHAN MASALAH ANAK DALAM BERMAIN BALOK
Author(s) -
Farida Nur Utami,
Ratna Wahyu Pusari
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal audi
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2528-3367
pISSN - 2528-3359
DOI - 10.33061/ad.v3i2.2729
Subject(s) - humanities , physics , psychology , art
Pendidikan Anak Usia Dini adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rancangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Mengenai perkembangan kognitif, anak pada rentang usia ini masuk dalam perkembangan berpikir praoperasional konkret. Pada saat ini sifat egosentris anak semakin nyata. Anak mulai memiliki perspektif yang berbeda degan orang lain yang berada di sekitarnya. Perkembangan kognitif merupakan salah satu aspek yang penting untuk dikembangkan pada anak usia dini. Pemecahan masalah sebagai suatu proses banyak langkah dengan si pemecah masalah harus menemukan hubungan antara pengalaman (skema) masa lalunya dengan masalah yang sekarang dihadapinya dan kemudian bertindak untuk menjelaskan. Fokus dalam penelitian ini adalah analisis perkembangan kognitif pemecahan masalah anak dalam bermain balok dengan tujuan untuk mendeskripsikan kemampuan kognitif pemecahan masalah anak. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat postpositivisme, digunakan untuk meneliti kondisi obyek yang bersifat alamiah. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, dokumentasi, dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, seleksi data, menyajikan dan penerikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan ada beberapa tahapan dalam memecahkan masalah yang harus diselesaikan anak dalam bermain balok, yaitu membaca dan berfikir, mengeksplorasi dan merencanakan, memilih strategi, mencari jawaban, refleksi dan mengembangkan. Saran yang peneliti berikan kepada guru adalah memberikan kesempatan kepada anak untuk menyelesaikan masalahnya terlebih dahulu tanpa harus memberi bantuan dan juga saran untuk sekolah yakni memberikan ruang yang cukup luas saat anak bermain membangun.