
Biofisik Karakteristik Biofisik Kota Langsa, Aceh
Author(s) -
. Iswahyudi
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal penelitian agrosamudra
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2716-4101
pISSN - 2356-0495
DOI - 10.33059/jupas.v7i1.2424
Subject(s) - physics , zeus (particle detector) , humanities , art , scattering , deep inelastic scattering , inelastic scattering , optics
Secara umum sebagian besar wilayah Kota Langsa Langsa berada di daerah pesisir dengan iklim tropis yang tergolong ke dalam tipe iklim C (agak basah). Lerengnya didominasi oleh kelas lereng 0-8% dengan luas 18.371,17 ha (91,06%). Ordo tanahnya dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu: histosol, entisol dan inceptisol. Ordo inceptisol mendominasi tanah di Kota Langsa dengan luas 10 558,39 ha (52,34%). Tutupan lahan terluas adalah perkebunan dengan luas 5.574,48 ha (27,63%). Sistem lahanya terdiri dari 4 (empat) jenis. Sistem lahan Bakunan (BKN) merupakan yang terluas ditemui dengan luasan 10 745,30 ha (53,26%). Adapun geologi di Kota Langsa terdiri atas 4 (empat) formasi geologi, dimana formasi geologi Aluvium Muda (Qh) mempunyai luasan terluas dibandingkan formasi yang lain, dengan luas 12 977,64ha (64,33%).