z-logo
open-access-imgOpen Access
KESENIAN BEJAMU SAMAN SEBAGAI SIMBOL PERSAHABATAN ANTAR KAMPUNG KECAMATAN PUTRI BETUNG KABUPATEN GAYO LUES
Author(s) -
Semah Semah,
Teuku Junaidi,
Madhan Anis
Publication year - 2020
Publication title -
seuneubouk lada/seuneubok lada : jurnal ilmu-ilmu sejarah, sosial, budaya dan pendidikan
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2685-2705
pISSN - 2356-0770
DOI - 10.33059/jsnbl.v7i1.2245
Subject(s) - humanities , art
Bejamu Saman adalah sebuah acara kesenian masyarakat Gayo Lues, bejamu saman ini dilakukan dengan cara mengundang masyarakat kampung lain agar datang untuk sama-sama menampilkan tarian saman secara bergantian, namun dalam pelaksanaannya kedua kampung ini akan mempertunjukkan kehebatannya dalam memainkan saman secara bergantian. Tujuan diadakan acara bejamu saman dari dulu hingga kini adalah sebagai pemerkuat ikatan tali silaturrahmi antara sesama serinen saman, ikatan yang terjalin di acara bejamu saman bisa terjalin sangat kuat, ikatan bejamu saman tidak hanya terjadi diantara sesama serinen bejamu saman saja akan tetapi ikatan tersebut bisa berlangsung atau turun temurun kepada keluarga dari kedua serinen saman ini bahkan ke anak-anak mereka. Hal ini yang menyebabkan acara bejamu saman terus dilaksanakan di kampung-kampung di Kabupaten Gayo Lues hingga saat ini.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here