
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNG
Author(s) -
Aryanti Wardiyah,
Sis Iswartini
Publication year - 2020
Publication title -
manuju
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2655-4712
pISSN - 2655-2728
DOI - 10.33024/manuju.v2i1.1580
Subject(s) - medicine , bivariate analysis , community health center , demography , environmental health , chi square test , mathematics , statistics , nursing , sociology
RELATED FACTORS WITH CHRONIC ENERGY DISABILITY (CED)ON PREGNANT WOMAN IN COMMUNITY HEALTH AREA RAJABASA iNDAH CITY BANDAR LAMPUNG YEAR 2019 The risk prevalence of CED pregnant women aged 15-49 years, nationally as much as 24.2%. The lowest prevalence of CED risk in Bali (10.1%) and the highest in East Nusa Tenggara (45.5%) while Lampung was 21.3%. While in Bandar Lampung City (21.0%). Rajabasa Indah Health Center which is equal to 25.8% Known Factors related to Chronic Energy Deficiency Event (CED) in pregnant women in Rajabasa Indah Health Center Work Area of Bandar Lampung City in 2017.Quantitative research was design using cross-sectional approach. The population in this study all pregnant women in Blambangan Health Center area is 489 people, with sample of 220, sampling technique was proportional random sampling Data taken by questioner. Data analysis was done by univariate and bivariate (chi square).The results of the study found that most respondents did not experience CED, 168 (76.4%) of respondents, high economic status 114 (51.8%) respondents, knowledgeable 126 (57.3%) respondents, good health status 170 (77, 3%) respondents, age not at risk 144 (65,5%) respondents. There is relationship between economic status (P-value = 0.000 and OR 6,3), maternal health status (p-value = 0,031 and OR 2,2). Age (p-value = 0,029 and OR 2,1) with CED occurrence in pregnant women and no significant correlation between knowledge and CED occurrence in pregnant women with p-value = 1,000. Health workers are advised to teach techniques to select and process food properly and properly with little funding but processed food has high nutritional value for pregnant women and provide skills to mothers, especially housewives in handicrafts making it possible to become income and improve economic status family. Keywords: KEK, nutrition of pregnant mother ABSTRAKFAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN KEKURANGAN ENERGI KRONIS (KEK) PADA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJAPUSKESMAS RAJABASA INDAH BANDAR LAMPUNGTAHUN 2019Prevalensi risiko KEK wanita hamil umur 15–49 tahun, secara nasional sebanyak 24,2 %. Prevalensi risiko KEK terendah di Bali (10,1%) dan tertinggi di Nusa Tenggara Timur (45,5%) sedangkan Lampung sebesar 21,3%. Sementara di Bandar Lampung (21,0%). Puskesmas Rajabasa Indah yaitu sebesar 25,8% Diketahui Faktor-faktor yang berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada Ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Rajabasa Indah Bandar Lampung tahun 2018.Jenis penelitian kuantitatif pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini seluruh ibu hamil yang ada di wilayah Puskesmas Blambangan berjumlah 489 orang, dengan sampel sebanyak 220, teknik sampling proportional random sampling. Data diambil dengan kuesioner. Analisa data secara univariat dan bivariat (chi square).Hasil Penelitian didapati Sebagian besar responden tidak mengalami KEK yaitu sebesar 168 (76,4%) responden, status ekonomi tinggi 114 responden (51,8%), berpengetahuan baik 126 (57,3%) responden, status kesehatan baik 170 (77,3%) responden, umur yang tidak berisiko 144 (65,5%) responden. Ada hubungan antara status ekonomi (P-value = 0,000 dan OR 6,3), status kesehatan ibu (p-value = 0,031 dan OR 2,2). umur (p-value = 0,029 dan OR 2,1) dengan kejadian KEK pada ibu hamil dan tidak ada hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan kejadian KEK pada ibu hamil dengan p-value = 1,000. Petugas kesehatan disarankan mengajarkan teknik memilih dan mengolah makanan dengan baik dan benar dengan dana sedikit namun hasil olahan masakan memiliki nilai gizi yang tinggi bagi ibu hamil dan memberikan keterampilan pada ibu, terutama ibu rumah tangga dalam pembuatan kerajinan tangan sehingga dapat menjadi pemasukan dan meningkatkan status ekonomi keluarga Kata kunci : KEK, gizi ibu hamil