
UJI EFEK EKSTRAK ETANOL BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) TERHADAP KELENJAR MAMMAE MENCIT PUTIH BETINA
Author(s) -
Ria Afrianti
Publication year - 2021
Publication title -
jfm (jurnal farmasi malahayati)
Language(s) - Slovenian
Resource type - Journals
ISSN - 2599-1868
DOI - 10.33024/jfm.v3i2.3545
Subject(s) - biology , traditional medicine , medicine
Bawang dayak (Eleutherine bulbosa (Mill) Urb) merupakan tanaman yang sering digunakan sebagai obat alternatif oleh masyarakat, salah satu khasiatnya yaitu sebagai peningkat sekresi air susu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak etanol bawang dayak terhadap gambaran histologi kelenjar mammae mencit putih betina. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium yang dilakukan terhadap 15 ekor mencit putih betina laktasi yang terbagi dalam 5 kelompok. Kelompok 1 merupakan kontrol normal. Kelompok 2 diberikan moloco® dosis 200 mg/KgBB, kelompok 3 diberi ekstrak etanol bawang dayak dosis 150 mg/KgBB, kelompok 4 ekstrak etanol bawang dayak 300 mg/KgBB, dan kelompok 5 ekstrak etanol bawang dayak 600 mg/KgBB. Peningkatan produksi ASI diketahui dari jumlah dan diameter rata-rata alveoli kelenjar mammae laktasi. Perlakuan diberikan pada hari ke1-10 masa laktasi. Hasil analisis dengan uji Kruskal Wallis. Hasil Jumlah alveoli rata-rata kelompok I, II, III, IV, V adalah 35,1; 24,4; 55,7; 71,3; 74,5. Diameter alveoli rata-rata kelompok I, II, III, IV, V adalah 37,5942 mm; 56,7819 mm; 34,0843 mm; 28,2647 mm; 26,5109 mm. Kesimpulan bahwa ekstrak etanol bawang dayak memberikan efek yang lebih buruk dibandingkan dengan moloco® dalam meningkatkan jumlah alveoli dan diameter kelenjar mammae mencit putih betina laktasi.