
IDENTIFIKASI POTENSI LONGSOR MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KECAMATAN SALEM KABUPATEN BREBES
Author(s) -
Isbakhul Lail,
Bakti Wisnu Widjajani,
Kemal Wijaya
Publication year - 2020
Publication title -
plumula/plumula: berkala ilmiah agroteknologi
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2614-0233
pISSN - 2089-8010
DOI - 10.33005/plumula.v7i2.24
Subject(s) - physics
Berdasarkan BNPB, korban tanah longsor pada tanggal 22 Februari 2018 sejumlah 11 Orang meninggal dan 7 orang hilang. Longsor terjadi akibat kemiringan lereng yang curam serta bentuk material geologi yang berupa napal sehingga dapat dijadikan sebagai bidang gelincir gerakan tanah. Pengolahan data Peta geologi dan tutupan lahan berupa shapefile dilakukan clip pada daerah penelitian. Penetapan tingkat kerawanan kawasan longsor di daerah penelitian didasarkan kepada model pendugaan kawasan rawan tanah longsor oleh Direktorat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi/DVMBG (2004).Skor = (30 % x faktor kelas curah hujan) + (20% x geologi) + (20 % x faktor kelas Erodibilitas) + (15% x penggunaan lahan) + (15 % x faktor kelas lereng). Berdasarkan penelitian yang dilakukan, daerah rawan longsor tertinggi berada di desa ciputih seluas 943 Ha dan wanoja dengan luas 684 Ha, daerah berkawasan sedang longsor berada di desa citimbang seluas 893 Ha dan wanoja seluas 708,37 Ha. Sedangkan daerah rendah longsor berada di desa Salem seluas 1193 Ha. . Faktor yang berpengaruh paling besar yaitu kemiringan lereng 46 % dan Erodibilitas 35 %. Kedua parameter ini berpotensi menyebabkan longsor.