z-logo
open-access-imgOpen Access
Review: Senyawa Bahan Alam Terestrial dengan Aktivitas Antimalaria
Author(s) -
Jefry Presson
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal saintek lahan kering
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
ISSN - 2622-1020
DOI - 10.32938/slk.v1i2.453
Subject(s) - traditional medicine , chemistry , medicine
Malaria masih merupakan masalah kesehatan yang sangat membutuhkan penanganan baru karena perkembangan resistensi Plasmodium falciparum. Parasit yang bertanggung jawab terhadap penyakit malaria ini terus berkembang dengan menigkatnya prevalensi. Berdasarkan World Malarial Report tahun 2015 oleh WHO, terdapat 214 juta kasus penyakit malaria dan 438.000 diantaranya meninggal dunia. Penghentian penggunaan artemisinin karena resistensi di Asia Tenggara juga merupakan masalah yang urgen. Hal ini mengindikasikan bahwa pencarian senyawa obat antimalaria yang baru merupakan suatu kebutuhan di saat ini. Eksplorasi senyawa bahan alam terestrial terkait aktivitas antimalaria dalam beberapa dekade sudah banyak dilakukan dan dipublikasikan. Ulasan ini menyajikan berbagai data penelitian terbaru dan kemajuan perkembangan dalam penemuan senyawa obat dari sumber bahan alam terestrial. Senyawa antimalaria dapat ditemukan dari sumber alam bukan laut (terrestrial), seperti senyawa antimalaria dari berbagai golongan senyawa seperti alkaloid, terpena, kuasinoid, flavonoid, limonoid, kalkon, peptida, xanton, kuinon dan kumarin. Alkaloid merupakan kelas senyawa bahan alam yang terkenal sejak zaman dahulu. Alkaloid memiliki situs basa nitrogen aktif yang berasal dari prekursor biogenetik. flavonoid dapat menghambat PfENR secara reversibel dengan EGCG (35) yang menunjukkan aktivitas terbaik (Ki = 79 ± 2,67 nM), Dua kuasinoid yang memiliki aktivitas antimalaria adalah ailanthone (36, IC50 = 0,003 µg/mL) dan 6α-tigloyloxychaparrinone (37, IC50 = 0,061 µg/mL).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here