
Makanan Lokal “Tatake” sebagai Daya Tarik Wisata Kuliner di Desa Botutonu’o Kabupaten Bone Bolango
Author(s) -
Yumanraya Noho,
Meilinda Lestari Modjo,
Poppy Arnold Kadir
Publication year - 2021
Publication title -
ideas/ideas : jurnal pendidikan, sosial dan budaya
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2656-940X
pISSN - 2442-367X
DOI - 10.32884/ideas.v7i4.545
Subject(s) - tourist attraction , geography , tourism , humanities , advertising , art , business , archaeology
Gorontalo is a tourist destination that is rich in both, nature and culture. One of the cultural attractions that are quite popular in Gorontalo is culinary. Botutonu'o village which is located in the coastal area of Tomini Bay, Kabila Bone District, Bone Bolango Regency has a unique local food appeal that has not been widely explored and introduced to the community. It is a type of dish made from shellfish or what the local community calls "Tatake". This study aims to raise the uniqueness of the local food "Tatake" as a culinary attraction in Botutonuo Village. This study used descriptive qualitative method. The results showed that the local food "tatake" has the potential to be used as a culinary tourism attraction that can be developed in Botutonu'o Village to support the natural attraction of a beach that has already been developed.
Gorontalo merupakan salah satu destinasi wisata yang kaya akan alam dan budaya. Salah satu Daya Tarik budaya yang cukup diminati di Gorontalo adalah kuliner. Desa Botutonu’o yang terletak di wilayah pesisir Teluk Tomini, Kecamatan Kabila Bone Kabupaten Bone Bolango. memiliki daya tarik makanan lokal yang unik, belum banyak dieksplorasi, dan diperkenalkan ke masyarakat, yakni jenis masakan berbahan baku kerang atau yang disebut masyarakat lokal sebagai “Tatake”. Penelitian ini bertujuan untuk mengangkat keunikan makanan lokal “Tatake” sebagai daya tarik wisata kuliner di Desa Botutonuo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makanan lokal “tatake” memiliki potensi untuk dijadikan daya tarik wisata kuliner yang bisa dikembangkan di Desa Botutonu’o untuk mendukung daya tarik alam berupa pantai yang sudah lebih dahulu dikembangkan.