z-logo
open-access-imgOpen Access
BENIH KELAPA SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) DXP SOCFINDO MT GANO MODERAT TAHAN GANODERMA BONINENSE
Author(s) -
Indra Syahputra,
Agustiaman Purba
Publication year - 1970
Publication title -
jurnal pertanian tropik/jurnal online pertanian tropik
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2655-7576
pISSN - 2356-4725
DOI - 10.32734/jpt.v2i3.2930
Subject(s) - horticulture , biology
Banyak perkebunan kelapa sawit mengalami kerugian karena penyakit busuk batang bawah, yang disebabkan oleh Ganoderma boninense, yaitu jamur yang menyebabkan kematian pada tanaman. Praktek kultur teknis agaronomis dan pengelolaan fitosanitari dapat mengurangi dampak penyakit namun harus sejalan dengan penggunaan bahan tanaman yang tahan terhadap G. boninense. Ketahanan total tanaman-tanaman terhadap jamur belum ada dilaporkan, namun banyak contoh yang sudah diamati, termasuk kelapa sawit (Durand-Gasselin et al, 2014).Kelapa sawit, merupakan tanaman yang memiliki arti penting secara ekonomi, yang merupakan salah satu sumber minyak nabati penting di dunia dan sebagai bahan bakar biodiesel yang baik. Namun saat ini, kelapa sawit menghadapi masalah terhadap serangan penyakit. Banyak penelitian yang telah dilakukan, menyatakan bahwa Ganoderma boninense merupakan patogen utama penyebab penyakit yang menyerang kelapa sawit, bahkan sampai tingkat mematikan (Hushiarian et al, 2013). Ketahanan genetis terhadap penyakit busuk pangkal batang merupakan komponen utama dalam strategi pengendalian penyakit tersebut pada tanaman kelapa sawit. Deteksi awal pada tingkat ketahanan atau kerentanan adalah hal yang sangat penting untuk pemuliaan dan kesinambungan tanaman kelapa sawit khususnya di Asia Tenggara. Screening test berbagai progeni kelapa sawit telah dikembangkan melalui pertukaran bahan tanaman antara PT PP London Sumatera dan PT Socfin Indonesia (Breton et al, 2008).

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here