
PERBANDINGAN PEMBIAYAAN BERMASALAH ANTARA BANK SYARIAH DENGAN BANK KONVENSIONAL
Author(s) -
Maya Indriastuti,
Ririh Dian Pratiwi
Publication year - 2019
Publication title -
account : jurnal akuntansi, keuangan dan perbankan/account
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2549-0575
pISSN - 2338-9753
DOI - 10.32722/acc.v6i1.1375
Subject(s) - sharia , nonprobability sampling , financial system , business , population , accounting , islam , geography , medicine , environmental health , archaeology
The financing growth of sharia bank for five years is very strategic because it has become themain source of income for sharia bank. However, this growth was not followed by the position of nonperformingfinancingratiowhichisinthesecondquarterof2015reacheduntil4.6%.Thisfigureisfairabovethe conventional bank's non-performing loans (NPLs) at 2.46% in the same period. Thisstudy analyzed and empirically tested the difference between sharia bank NPF and conventional bankNPL. The population in this study are all active and registered banks in Bank Indonesia from 20122016.Sampling method based on purposive sampling, with samples used are banks engaged inconventional and sharia in one institution as many as 10 Banks. The test results indicate that thereare differences in non-performing financing between sharia banks and conventional banks. Averagenon-performing financing at sharia banks amounted to 2.64% while the average non-performingloans at conventional banks was 1.29%. This indicates that the non-performing financing of shariabanks is worse compared to the non-performing loans in conventional banks. Therefore, sharia banksare more cautious in the distribution of working capital financing. Keywords: sharia banking; conventional banking; non performing financing (NPF); non performingloans (NPL) ABSTRAK Pertumbuhan pembiayaan bank syariah selama lima tahun ini sangat strategis karena telahmenjadi sumber pendapatan yang utama bagi bank syariah. Namun, pertumbuhan ini tidak diikutioleh posisi rasio pembiayaan bermasalah yang pada kuartal II tahun 2015 mencapai 4,6%. Angkatersebut jauh di atas kredit bermasalah (NPL) bank konvensional di level 2,46% pada periode yangsama. Penelitian ini menganalisis dan menguji secara empiris perbedaan NPF bank syariah denganNPL bank konvensional. Populasi di penelitian ini adalah seluruh bank yang aktif dan terdaftar diBank Indonesia dari tahun 2012-2016. Metode pengambilan sampel berdasarkan purposive sampling,dengan sampel yang digunakan adalah bank yang bergerak di konvensional maupun syariah dalamsatu institusi sebanyak 10 Bank. Hasil pengujian menunjukkan bahwa terdapat perbedaanpembiayaan bermasalah antara bank syariah dengan bank konvensional. Rata-rata pembiayaanbermasalah pada bank syariah sebesar 2,64% sedangkan rata-rata pembiayaan bermasalah padabank konvensional sebesar 1,29%. Hal ini mengindikasikan bahwa pembiayaan bermasalah padabank syariah lebih buruk dibandingkan dengan pembiayaan bermasalah pada bank konvensional.Oleh karena itu, bank syariah lebih berhati-hati dalam penyaluran pembiayaan modal kerja Kata Kunci: perbankan syariah; perbankan konvensional; non performing financing (NPF); nonperforming loan (NPL)