
Peningkatan Pengetahuan Ibu Hamil dan Calon Ibu Tentang Polutan Logam Berat Dalam Rangka Pencegahan Cacat Lahir Di Rawamangun
Author(s) -
Yulia Irnidayanti,
Reni Indrayanti
Publication year - 2020
Publication title -
baktimas
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2685-113X
pISSN - 2685-0303
DOI - 10.32672/btm.v2i1.2088
Subject(s) - medicine , gynecology , humanities , art
Data laporan Riskesdas tahun 2007 menyatakan bahwa sebesar 1,4% bayi baru lahir usia 0-6 hari pertama kelahiran dan 18,1% bayi baru lahir usia 7-28 hari meninggal disebabkan karena kelainan bawaan. Data WHO SEARO tahun 2010 memperkirakan prevalensi kelainan bawaan di Indonesia adalah 59.3 per 1000 kelahiran hidup. Jika setiap tahun lahir 5 juta bayi di Indonesia, maka akan ada sekitar 295.000 kasus kelainan bawaan pertahun. Mengingat pengetahuan tentang cacat bayi di Indonesia masih awam dikalangan masyarakat Indonesia, kami sebagai dosen akan mendukung program pemerintah melalui pemberian pengetahuan tentang Cegah Bayi Lahir Cacat melalui penerapan pola hidup sehat sebelum dan selama Kehamilan. Maksud dan tujuan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan, pemeriksaan kadar gula darah, asam urat dan kandungan logam berat. Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan orang tua terutama para orang tua, ibu hamil dan calon ibu, kader kesehatan, bagi warga kelurahan Rawamangun, Kecamatan Pulogadung, Kotamadya Jakarta Timur, Provinsi DKI Jakarta. Hasil penyuluhan dan pemeriksaan yang telah dilakukan, 25 warga rawamangun memiliki kondisi asam urat yang normal, namun terdapat tiga warga yang memiliki kadar gula darah tinggi. Kondisi gula darah ibu yang tinggi dan kurang terkontrol dapat menyebabkan keguguran, proses kelahiran biasanya sulit karena ukuran si bayi besar. Hal ini dapat meningkatkan risiko cedera pleksus brakialis dan trauma lainnya selama melahirkan. Hal ini menungkinkan peningkatan risiko cacat saat lahir. Kurangnya pengetahuan bukanlah menjadi satu-satunya penyebab gagalnya suatu usaha pencegahan munculnya kelainan perkembangan janin. Bahan pencemar serta dampaknya merupakan salah satu faktor yang juga dapat mempengaruhi perkembangan janin dan ibu hamil dan calon ibu serta remaja putri.