z-logo
open-access-imgOpen Access
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN PARTISIPASI DAN HASIL BELAJAR PEMROGRAMAN DASAR SISWA
Author(s) -
Milhatul Hikmah
Publication year - 2020
Publication title -
jurnal teknodik
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2579-4833
pISSN - 2088-3978
DOI - 10.32550/teknodik.v0i2.376
Subject(s) - psychology , humanities , mathematics education , art
Partisipasi siswa pada proses pembelajaran Pemrograman Dasar kelas X TKJ 2 SMK Negeri 1 Cerme, Kabupaten Gresik sangat kurang. Hal ini karena mereka merasa kesulitan dalam memahami bahasa pemrograman yang belum pernah mereka dapatkan pada pendidikan sebelumnya. Dari hasil pre test yang dilakukan, tidak ada seorang siswa pun yang menguasai secara tuntas. Alasan lain dari kesulitan mereka adalah bahwa metode pembelajaran yang dilakukan selama ini adalah dengan metode ceramah, bukan berpusat pada siswa. Hasil akhir dari mata pelajaran ini adalah bahwa siswa dapat menghasilkan sebuah proyek berupa program. Oleh karena itu, tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan partisipasi dan hasil belajar siswa dengan menerapkan model Project Based Learning. Penelitian ini menggunakan prosedur penelitian tindakan kelas (PTK) sebanyak dua siklus. Satu siklus berisi tahapan sebagai berikut: (1) perencanaan tindakan; (2) pelaksanaan tindakan; dan (3) pengamatan dan refleksi. Menurut hasil wawancara, observasi siswa, dan refleksi siswa, ditemukan bahwa akar masalahnya adalah proses pembelajaran yang hanya menggunakan ceramah. Ada tindakan dalam upaya pemecahan masalah yaitu: (1) peningkatan partisipasi siswa dengan menghubungkan langsung materi pembelajaran dengan kehidupan nyata; dan (2) peningkatan hasil belajar siswa dengan pemahaman melalui praktik. Melalui penerapan model Project Based Learning, pembelajaran dapat berlangsung kondusif. Siswa menunjukkan respons positif dan hasil belajarnya meningkat. Berdasarkan analisis data selama siklus I, kemampuan siswa dalam memahami algoritma dan pemrograman adalah 19,3% tuntas; 32,2% cukup; dan 48,4% belum tuntas. Oleh karena itu, dilakukan refleksi untuk menuju ke siklus II, di mana pada siklus II ini didapatkan hasil belajar siswa sebesar 51,6% tuntas; 48,4% cukup; dan 0% belum tuntas. Pembelajaran melalui model Project Based Learning ini sangat membantu peningkatan partisipasi belajar siswa, yang kemudian meningkatkan hasil belajar mereka.  Students’ participation in the learning process of Basic Programming in the X TKJ 2 class of SMK Negeri 1, Cerme, Gresik District is very low. It is caused by the fact that they find some difficulties in understanding programming language that they have never got before. The pre-test result shows that there is no student who has mastered it completely. Another reason for their difficulties is that the learning method they have been experiencing so far is speech learning method, not a student-centered one. The final result of this subject is that the students produce a project in the form of a program. Therefore, the objective of this study is to increase students’ learning participation and outcomes by applying the Project Based Learning model. This study applies two cycles of research procedures. One cycle contains the following stages: (1) action plan; (2) implementation; and (3) observation and reflection. Based on the result of the interview, student observation, and student reflection, it is found that the root of the problem is the speech-like-learning process. There are actions to solve the problem, namely: (1) increasing students’ participation by relating the learning material to their real life; and (2) improving students’ learning outcomes by improving their understanding through practices. Through the implementation of Project Based Learning model, the learning can take place conducively. Students show a positive response, and their learning outcomes increases. Based on data analysis during the Cycle I, students’ ability to understand algorithms and programming is 19.3% in complete category; 32.2% in sufficient category; and 48.4% in incomplete category. For this reason, reflection is carried out to go forward to Cycle II, where the students’ learning outcomes becomes 51.6% in complete category; 48.4% in sufficient category; and 0% in incomplete category. Learning throughProject Based Learning model is highly supportive to students’ learning participation, which then results in their learning outcomes improvement

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here