
KOLKISIN SEBAGAI TERAPI ADJUVAN PADA CORONAVIRUS DISEASE
Author(s) -
Dian Indriani Hidayat,
Sofyan Budi Raharjo
Publication year - 2021
Publication title -
jurnal kedokteran kesehatan universitas sriwijaya/jurnal kedokteran and kesehatan (palembang)
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2614-0411
pISSN - 2406-7431
DOI - 10.32539/jkk.v8i3.13708
Subject(s) - medicine , gynecology , traditional medicine
Beragam manifestasi klinis, patogenesis yang masih belum pasti, dan belum ditemukannya obat yang efektif untuk penanganan Coronavirus Disease (COVID-19) mendorong penggunaan berbagai obat off-label sebagai upaya penyembuhan pasien. Obat anti peradangan dan imunomodulator banyak dipakai dalam terapi terutama untuk kasus berat dan kritis. Kolkisin yang dikenal sebagai obat gout diuji coba sebagai alternatif pengobatan COVID-19. Namun penggunaan obat ini sebagai pilihan terapi pada COVID-19 masih jarang. Tinjauan ini bertujuan untuk mengetahui dampak penggunaan kolkisin sebagai terapi adjuvan COVID-19. Tinjauan literatur ini dilakukan dengan mencari jurnal yang telah dipublikasi secara bebas di berbagai jurnal kedokteran internasional dengan kata kunci “colchicine AND COVID-19 journal” dan diperoleh sebanyak 10 jurnal yang secara spesifik membahas mengenai kolkisin dan COVID19. Penelitian yang ada menunjukkan bahwa Kolkisin memiliki dampak positif terhadap pengobatan COVID-19. Kolkisin memiliki efek anti inflamasi multipel yang tidak spesifik pada target tunggal tertentu dan tidak bersifat imunosupresif. Sifat immunomodulator, anti inflamasi dan antiviral menjadi dasar penggunaan kolkisin sebagai terapi adjuvan COVID19. Kolkisin terbukti dapat mempercepat waktu perbaikan klinis pasien, menurunkan angka kematian, kebutuhan rawat inap, dan lama rawat pasien COVID-19. Sedangkan efek antitrombosis kolkisin pada COVID-19 masih memerlukan penelitian lebih lanjut. Kolkisin perlu diberikan secara berhati-hati terkait efeknya pada gastrointestinal dan perlunya penyesuaian pada gangguan ginjal. Penggunaan kolkisin pada pasien COVID-19 menjadi alternatif terapi potensial karena relatif aman, murah, tersedia banyak, dan penggunaan secara peroral. Dengan hasil tersebut diatas, kolkisin dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari usaha penyembuhan pasien COVID-19.