
STRATEGI SINERGITAS WARTAWAN DAN AKADEMISI DALAM GERAKAN SOSIAL LITERASI DIGITAL DI JAWA TENGAH
Author(s) -
Made Dwi Adnjani
Publication year - 2020
Publication title -
sosfilkom
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2686-0368
pISSN - 2085-0182
DOI - 10.32534/jsfk.v14i01.1527
Subject(s) - humanities , art , political science , sociology
Tradisi literasi masyarakat Indonesia yang belum kokoh membuat masyarakat seringkali terjebak pada berita yang sifatnya hoaks. Oleh karena itu diperlukan upaya yang massif untuk meningkatkan kemampuan analitik di tengah maraknya berita hoaks dan juga tayangan negatif di sosial media. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggambarkan gerakan sosial literasi digital yang dilakukan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah dalam melakukan sinergi dengan akademisi. Tipe penelitian yang dilakukan adalah deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dengan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah dan pengelola program studi yang bekerjasama dengan PWI dengan pertimbangan bahwa literasi digital yang dilakukan di Jawa Tengah paling banyak diinisiasi oleh PWI. Adapun teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif, dengan cara data yang masuk dari jawaban informan dan dikumpulkan, disusun, direduksi dan diinterpretasikan.
Hasil penelitian menunjukkan kegiatan sekolah jurnalistik bagi wartawan muda dan akademisi serta mahasiswa adalah kegiatan yang perlu untuk terus ditingkatkan mengingat sinergitas ini dapat meningkatkan kompetensi literasi digital dari peserta sekolah jurnalistik. Kurikulum dan paket yang ditawarkan diberikan secara beragam dan membuat sinergitas antara PWI Jawa Tengah dengan perguruan tinggi yang melibatkan mahasiswa dan akademisi makin berperan dalam gerakan sosial literasi digital. Diharapkan nantinya hasil dari sinergitas wartawan dengan akademisi tidak berhenti pada level kompetensi yang basic, tetapi juga sampai pada tingkat advanced terutama pada digital transformation dan kolaborasi.
The tradition of literacy in Indonesian society that is not yet solid makes people often trapped in hoax news. Therefore, massive efforts are needed to improve analytical skills in the midst of hoax news and negative broadcasts on social media. The purpose of writing this article is to describe the digital literacy social movement carried out by the Central Java Indonesian Journalists Association (PWI) in synergizing with academics. This type of research is descriptive qualitative. Data collection was carried out through interviews with the Chairman of the Indonesian Journalists Association (PWI) of Central Java and managers of study programs in collaboration with PWI with the consideration that digital literacy carried out in Central Java is mostly initiated by PWI. The analysis technique used is descriptive analysis, by means of data that is entered from the answers of the informants and collected, compiled, reduced and interpreted.
The results showed that journalism school activities for young journalists and academics as well as students are activities that need to be continuously improved considering that this synergy can increase the digital literacy competence of journalistic school participants. With the various curricula and packages offered, the synergy between PWI Central Java and universities involving students and academics will increasingly play a role in the digital literacy movement. It is hoped that the results of the synergy between journalists and academics will not stop at the basic competency level, but also at the advanced level, especially in digital transformation and collaboration.