
INTEGRASI TEORI KONSEPTUAL DAN PENGALAMAN SOSIAL DARI SUDUT PANDANG PEMBELAJARAN ISLAM
Author(s) -
Syuaeb Kurdie
Publication year - 2019
Publication title -
sosfilkom
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2686-0368
pISSN - 2085-0182
DOI - 10.32534/jsfk.v13i01.1454
Subject(s) - humanities , sociology , islam , philosophy , theology
Kegiatan perkuliahan/pembelajaran keislaman yang dilaksanakan oleh mahasiswa dengan dosen sebagai pengampunya merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi bidang pendidikan dan pengajaran. Hal yang mutlak dikuasai oleh seorang dosen dalam perannya sebagai pengajar tentu saja penguasaan teori-teori konseptual mata kuliah keislaman beserta pengalaman-pengalaman sosial yang secara faktual dialaminya sendiri dalam kehidupan. Di sisi lain, baik dosen maupun mahasiswa dalam kesehariannya tentu saja memperoleh skemata-skemata kehidupan dari perannya sebagai umat muslim dan anggota masyarakat umum sekaligus akademisi. Secara bersamaan, mereka yang mendapati hal tersebut dalam peranan-peranan lainnya melampaui argumentasi teori konseptual dan sinerginya dengan pengalaman sosial itulah yang seyogyanya diharapkan memperoleh pemahaman agama yang paripurna.
The lecture/Islamic learning activities carried out by students with lecturers as the driver are part of the Tri Dharma of Higher Education in the field of education and teaching. The absolute thing mastered by a lecturer in his role as a teacher is of course the mastery of conceptual theories of Islamic courses along with the social experiences that he has factually experienced in life. On the other hand, both lecturers and students in their daily lives naturally obtain life schemes from their roles as Muslims and members of the general public as well as academics. Simultaneously, those who find this in other roles go beyond conceptual theory and synergy with social experience that should be expected to obtain a complete religious understanding.