Open Access
Strategi Pengembangan Destinasi Wisata Tirta Air Panas Gunung Peyek Ciseeng
Author(s) -
Yhulia Ckristin,
Yudhiet Fajar Dewantara
Publication year - 2021
Publication title -
sadar wisata
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2657-0645
pISSN - 1858-0114
DOI - 10.32528/sw.v4i2.6703
Subject(s) - swot analysis , business administration , business , humanities , marketing , art
Destinasi wisata Pemandian Air Panas Gunung Peyek adalah salah satu aset wisata alam dan salah satu situs sejarah pada saat Belanda masih tinggal di Indonesia. destinasi ini masih di urus perijinan dari situs menjadi destinasi, tetapi tidak mengurangi minat wisatawan untuk berkunjung ataupun berobat di lokasi ini. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengembangan destinasi wisata Serta mengetahui pengelolaan masyarakat lokal dengan SWOT. Penelitian ini menggunakan pendekatan Mixed Methode (Kualitatif Kuantitatif) secara Deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode analisis EFAS dan IFAS, Diagram Analisis SWOT, Matriks SWOT. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah Observasi, Kuesioner, Wawancara, dan Dokumentasi. Wawancara dalam penelitian ini melibatkan 2 orang informan, dan penyebaran kuesioner dibagikan kepada 30 responden melalui Google Form. Hasil penelitian menunjukkan posisi destinasi wisata Pemandian Air Panas Gunung Peyek dalam Diagram Analisis SWOT berada di Kuadran I, hal itu dapat digunakan dalam kondisi ini dengan mendukung kebijakan yang agresif (Growth Oriented Strategy). Mengenai arah kebijakan pengembangan Gunung Peyek lebih mengarah ke Strength – Opportunities (S – O). Sustainable Tourism dan Tourism Life Cycle pada destinasi, masih belum memenuhi kebutuhan dan keinginan wisatawan. Saran untuk pengembangan pengelolaan destinasi berdasar hasil diagram analisis SWOT dan Matriks SWOT, yaitu pengelolaan potensi destinasi dengan keunikan daya tarik wisata secara maksimal, sekaligus melakukan peningkatan dari segi promosi, fasilitas pendukung, layanan tambahan, dan kerja sama dengan investor maupun pihak terkait untuk pendanaan mengenai pengelolaan, dan pengembangan sarana prasarana kedepannya.