z-logo
open-access-imgOpen Access
MITOS OLAHRAGA DAN KESETARAAN TERHADAP KAMPANYE NIKE BERTAJUK “EQUALITY”
Author(s) -
Achmad Hamudi Assegaf
Publication year - 2018
Publication title -
wacana/wacana: jurnal ilmiah ilmu komunikasi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2598-7402
pISSN - 1412-7873
DOI - 10.32509/wacana.v17i2.630
Subject(s) - humanities , art , nike , advertising , business
Beriringan dengan maraknya aksi protes dan perbincangan mengenai isu-isu kesetaraan, juga bertepatan momentum Black History Month 2017 di Amerika Serikat, Nike--salah satu perusahaan pakaian olahraga terbesar dunia merilis sebuah kampanye bertajuk “Equality” melalui sebuah video hitam-putih berdurasi 1 menit yang diunggah melalui kanal YouTube resminya yang dibintangi oleh nama-nama besar seperti Michael B. Jordan, LeBron James, dan Serena Williams. Menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, dengan metode kualitatif interpretif, peneliti hendak memahami makna dan pesan dalam video tersebut dengan mengungkap mitos yang dikonstruksi oleh pembuat video (Nike) berdasarkan simbol-simbol dan sistem signifikasi yang ada. Disertai gagasan-gagasan Jean Baudillard tentang iklan dan konsumsi sebagai pendukung teori utama, peneliti berhasil memahami bahwa melalui kampanye “Equality”, Nike berupaya menciptakan mitos dengan melambungkan nilai olahraga sebagai aktivitas yang lebih dari sekedar adu fisik ataupun menang-kalah. Nike hendak menciptakan mitos bahwa olahraga mencerminkan nilai-nilai kehidupan sosial seperti sikap saling hormat, persaudaraan, dan kesetaraan yang kemudian mitos ini dapat mempersuasi masyarakat untuk melakukan konsumsi.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here