z-logo
open-access-imgOpen Access
Pendidikan Berbasis Multiple Intelligences
Author(s) -
Willa Putri
Publication year - 2018
Publication title -
al-ikhtibar
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2550-0686
pISSN - 2406-808X
DOI - 10.32505/ikhtibar.v5i2.555
Subject(s) - humanities , psychology , art
Pendidikan tidak terlepas dari peran guru sebagai manusia super power yang menjadi kunci dalam mencerdaskan anak bangsa. Sebagai calon pendidik, harusnya mampu mengembangkan kecerdasan yang dimiliki anak, bukan malah sebaliknya mematikan karakter dan kecerdasan anak. Dengan demikian pendidikan di Indonesia perlu memperbaiki sistem pembelajaran. Pemikiran Howard Gardner telah memberikan solusi kepada lembaga pendidikan untuk menerapkan pendidikan berbasis multiple intelligences. Dengan Penerapan multiple intelligences akan membuat anak sebagai pribadi yang unik mendapatkan ruang untuk belajar sesuai dengan bakat dan minatnya. Lembaga pendidikan maupun pendidik yang berperan penting dalam pembelajaran perlu mengubah paradigma untuk memikirkan cara siswa dalam belajar. Guru sering terjebak membatasi satu strategi atau metode dalam mengajar, padahal kebanyakan siswa tidak menyukai metode tersebut. Setiap siswa punya gaya belajar masing-masing. Jika gaya mengajar sesuai dengan gaya belajar siswa, pembelajaran tersebut akan berhasil, artinya tujuan pendidikan akan tercapai. Maka sudah seharusnya pendidikan di Indonesia menerapkan pendidikan berbasis multiple intelligences. Pada kenyataannya sudah ada beberapa sekolah di Indonesia yang berhasil menerapkan pendidikan multiple intelligences meski belum terhitung banyak. Dalam hal ini tentu diperlukan pemahaman pendidik atau orang-orang yang bermitra di lembaga pendidikan untuk memahami terlebih dahulu konsep multiple intelligences itu sendiri.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here