z-logo
open-access-imgOpen Access
Pemanfaatan Limbah Buah Salak Sebagai Bahan Bakar Bioethanol
Author(s) -
Bi Asngali,
Choirul Anam Subagyo
Publication year - 2018
Publication title -
jeecae (journal of electrical, electronics, control, and automotive engineering)
Language(s) - Turkish
Resource type - Journals
eISSN - 2541-0288
pISSN - 2528-0708
DOI - 10.32486/jeecae.v3i1.208
Subject(s) - biofuel , physics , chemistry , horticulture , food science , pulp and paper industry , waste management , engineering , biology
Permasalahan ketersediaan bahan bakar yang semakin menipis perlu dicarikan bahan bakar alternatif, salah satunya adalah bioethanol. Bioethanol terbuat dari bahan yang mengandung karbohidrat atau glukosa. Limbah sampah organik buah salak termasuk biomassa yang sangat baik untuk dijadikan bahan baku pembuatan bioethanol. Limbah sampah organik buah salak merupakan limbah yang cukup untuk pembuatan bioethanol. Penelitian ini bertujuan untuk memaanfaatkan limbah sampah organik buah salak menjadi bioethanol yang dapat dimanfaatkan sebagai pengganti atau pencampur pertamax ”Biopertamax”.Penelitian ini merupakan eksperimen dengan membuat bioethanol berbahan baku limbah sampah organik buah salak. Proses ini terdiri dari tiga tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap fermentasi dan tahap distilasi. Hasil kadar bioethanol yang diharapkan lebih dari 90%. Selanjutnya, bioethanol diuji dengan alcoholmeter harus memiliki kadar ≥ 90%. Hasil dari penelitian ini didapatkan perbandingan yang optimal yaitu 250 gr limbah sampah organik buah salak, 1250 ml air, 9 gr ragi dan lama fermentasi 5 hari. Pada pembuatan bioethanol skala besar 2,5 kg limbah sampah organik buah salak  menghasilkan 1000 ml bioethanol dengan kadar 92% dengan menggunkan alchoholneter dan diperoleh pada distilasi keempat.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here