z-logo
open-access-imgOpen Access
Hubungan antara Penggunaan Software Pemodelan Arsitektur dengan Kompleksitas Bangunan
Author(s) -
Arman Arisman
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal lingkungan binaan indonesia
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2622-0954
pISSN - 2301-9247
DOI - 10.32315/jlbi.7.2.68
Subject(s) - humanities , physics , art
Dewasa ini kecenderungan penggunaan software pemodelan dalam proses desain arsitektur semakin tinggi. Hal ini menyebabkan berkembangnya ragam jenis software pemodelan arsitektur yang dapat digunakan. Pada studi ini, mahasiswa arsitektur serta para arsitek profesional dipilih menjadi responden penelitian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemilihan software pemodelan arsitektur yang digunakan dengan kompleksitas bangunan yang akan dirancang. Kriteria bangunan dijadikan indikator untuk kompleksitas bangunan. Kriteria yang dimaksud dalam hal ini adalah jenis bangunan, luas bangunan, dan tinggi bangunan. Survei online melalui kuesioner dipilih sebagai metode pengumpulan data. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa untuk merancang sebuah bangunan dengan kompleksitas yang rendah cukup menggunakan software pemodelan 3D yang sederhana, yakni SketchUp. Untuk tahapan kompleksitas yang lebih diperlukan software pemodelan lain, seperti CAD, BIM, software grafis, dan software pemodelan 3D yang lebih kompleks. Sedangkan untuk bangunan skala besar cenderung menggunakan kembali software SketchUp dan AutoCAD saja.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here
Accelerating Research

Address

John Eccles House
Robert Robinson Avenue,
Oxford Science Park, Oxford
OX4 4GP, United Kingdom