
Karakteristik Ulama Penyiar Agama Islam di Palu
Author(s) -
Haliadi Haliadi
Publication year - 2021
Publication title -
pusaka
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2655-2833
pISSN - 2337-5957
DOI - 10.31969/pusaka.v9i1.484
Subject(s) - islam , art , humanities , theology , philosophy
Agama Islam yang masuk ke wilayah Palu Sulawesi Tengah di Indonesia dilakukan oleh ulama-ulama dari berbagai pelosok Nusantara. Ulama yang mengembangkan Islam di Palu berlangsung dalam tiga periode, yakni periode Islam mitologis, Islam Ideologis, dan Islam Ilmupengetahuan. Islam mitologis dilakukan oleh Abdullah Raqiy dari Minangkabau, Daeng Konda dari Mandar, dan Syekh Lokiya dari Donggala, sementara Islam ideologi dikembangkan oleh La Iboerahima Wartabone dari Gorontalo termasuk Ahmad Lagong dari Wajo, Yodo Rajalangi dari Mandar, Sayyed Aqil Al Mahdali dari Hadramaut, Sayyed Baharullah Al Aidid dari Cikoang Makassar, La Satande Dunia dari Tatanga Palu, Yojofuri dari Besusu Palu, Pue Lasadindi dari Enu. Kemudian Islam Ilmu pengetahuan dilanjutkan oleh Sayyed Idrus bin Salim Al Jufri dari Hadramaut, Imam Lapeo dari Mandar, Rusdi Toana dari Palu, dan Ambo Dalle dari Barru. Ulama-ulama Islam di Lembah Palu mengembangkan Islam secara Sufisme dan Syariat serta menjadi pemicu perjuangan Islam menentang Kolonialisme Belanda di Abad ke-20. Tulisan ini menggunakan metodologi sejarah.