
Peran Migran Bugis dalam Pendidikan Keagamaan di Berau Kalimantan Timur
Author(s) -
Li Wang
Publication year - 2021
Publication title -
pusaka
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2655-2833
pISSN - 2337-5957
DOI - 10.31969/pusaka.v9i1.482
Subject(s) - humanities , art
Kehadiran Orang Bugis di Berau sudah terjadi sejak ratusan tahun yang lalu. Mereka kemudian menjadi bagian dari kekuasaan Kerajaan Sambaliung di Tanjung Redeb. Komunitas orang Bugis dari waktu ke waktu semakin bertambah. Hingga mereka diberikan sebuah wilayah yang akhirnya disebut sebagai Kampung Bugis. Keberadaan kampung tersebut menjadi sebagai gambaran peran penting komunitas Orang Bugis dalam berbagai aspek kehidupan termasuk kehidupan sosial dan ekonomi. Keberadaan mereka dari waktu-ke waktu semakin kuat. Bahkan, pada setiap kontestasi politik pemilihan bupati, orang Bugis termasuk komunitas yang sangat diperhitungkan. Pun demikian, dalam ranah ekonomi, Orang Bugis, banyak mengisi pasar di daerah Berau. Oleh karena itu, penelitian ini mengkaji peran keagamaan orang Bugis di Kabupaten Berau Kalimantan Timur, dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui wawancara, obervasi dan studi dokumen. Secara garis besar, Orang Bugis banyak menghiasi berkembangnya ormas keagamaan di Berau seperti Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Hidayatullah, Darud Dakwah Wal Irsyad (DDI), Wahdah Islamiyah, Tarekat Khalwatiyah dan lain sebagainya. Oleh karena itulah, mereka banyak berperan dalam berbagai macam kegiatan pendidikan keagamaan di masyarakat. aktifitas tersebut meliputi: Taman Pendidikan Alquran (TPA), Majlis Taklim dan Pengajian Muallaf. Di samping itu secara personal, banyak orang Bugis yang aktif sebagai tenaga pengajar di madrasah dan pesantren, serta sebagai dai di masyarakat maupun pembawa materi di Majlis Taklim. Di sisi lain, mereka juga menginisiasi pembangunan beberapa masjid di Tanjung Redeb Kabupaten Berau.