
EKSISTENSI INSTITUSI SYARA' DAN PERANANNYA DALAM KEHIDUPAN BERAGAMA MASYARAKAT DI KABUPATEN SOPPENG
Author(s) -
Muhammad As’ad
Publication year - 2018
Publication title -
al qalam - balai penelitian lektur keagamaan ujung pandang/al-qalam
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2540-895X
pISSN - 0854-1221
DOI - 10.31969/alq.v6i1.630
Subject(s) - zoology , biology
Agama Islam diterima secara resmi oleh kerajaan-kerajaan di daerah Sulawesi Selatan pada permulaan abad ke-17 M., dimulai oleh Kerajaan Luwu (1603), kemudian kerajaan-kerajaan Gowa (1605), Sidenreng (1608), Soppeng (1609), Wajo (1610), Bone (1611) dan Balanipa di daerah Mandar( 1615). Sebelum agama Islam diterima secara resmi dan melembaga dalam masyarakat di Sulawesi Selatan, pangngadereng sebagai akumulasi sejumlah pranata kehidupan masyarakat yang dijadikan pedoman dalam bertingkah laku dan dalam mengatur kehidupan bersama, mencakup 4 unsur/ sendi, yaitu ade', bicara, rapang dan wari'. Setelah agama Islam melembaga, syara' dimasukkan sebagai sendi kelima yang kedudukannya sama dengan sendi lainnya