z-logo
open-access-imgOpen Access
DISKURSUS ISLAM DAN KARAKTER POLITIK NEGARA DI KESULTANAN BIMA
Author(s) -
Muslimin Ar Effendy
Publication year - 2017
Publication title -
al qalam - balai penelitian lektur keagamaan ujung pandang/al-qalam
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2540-895X
pISSN - 0854-1221
DOI - 10.31969/alq.v23i2.429
Subject(s) - humanities , political science , art
Seiring dengan berlangsungnya proses islamisasi di sebagian besar kerajaan di Pulau Sumbawa pada awal ke-17, maka muncul gagasan politik baru dari para penguasa negara untuk mengintegrasikan tradisi Islam agar mereka dipandang sebagai “bagian dari dunia Islam” ( dar-al Islam ). Modus integrasi dan klaim sebagai negara yang berbasis pada ideologi Islam ini mendorong para raja bertindak lebih ambisius lewat kebijakan politik kenegaraan yang ofensif. Selama proses “pengislaman” ini berlangsung, terjadi pula aktivitas perdagangan, politik dan budaya yang sejak awal  memang menjadi bagian dari sistem kekuasaan kerajaan. Di abad ke-17 Islam di Pulau Sumbawa mengalami perkembangan sangat berarti. Kerajaan-kerajaan seperti Bima, Dompu, Sumbawa, Tambora, Sanggar, dan Pekat tumbuh dan bersaing menjadi negara baru. Bima dan Sumbawa misalnya, sering mengklaim dirinya sebagai pusat kekuasaan yang kemudian menjadi basis perkembangan intelektual dan budaya muslim di Nusa Tenggara. 

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here