z-logo
open-access-imgOpen Access
ANALISIS GENDER KUMPULAN CERPEN PEREMPUAN PATAH HATI YANG KEMBALI MENEMUKAN CINTA MELALUI MIMPI KARYA EKA KURNIAWAN
Author(s) -
Leica Shifa Kasturi,
Imam Muhtarom,
Dewi Herlina Sugiarti
Publication year - 2022
Publication title -
bahtera indonesia
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2622-2183
pISSN - 2541-3252
DOI - 10.31943/bi.v7i1.142
Subject(s) - humanities , art , sociology
ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ketidakadilan gender dan faktor-faktor penyebab terjadinya ketidakadilan gender tokoh dalam kumpulan cerpen “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi” Karya Eka Kurniawan yang berjudul “Analisis Gender Kumpulan Cerpen Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi Karya Eka Kurniawan” menggunakan analisis gender dari Mansour Fakih yang sumber datanya diperoleh dari kepustakaan, baik dari buku, jurnal, maupun ensiklopedia, dan hasil penelitian sebelumnya. Penelitian ini deskriptif kualitatif. Objek penelitian ini yaitu kumpulan cerpen “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi” Karya Eka Kurniawan. Penelitian ini difokuskan mengenai permasalahan terkait ketidakadilan gender terhadap tokoh yang ditinjau menggunakan analisis gender Mansour Fakih. Data diperoleh dengan teknik pembacaan dan pencatatan. Keabsahan diperoleh melalui validasi. Berdasarkan hasil penelitian, peneliti menemukan bahwa bias gender, ketidakadilan gender, kekerasan, beban kerja, dan segala hal yang merugikan salah satu gender baik itu laki-laki ataupun perempuan, diakibatkan oleh asumsi masyarakat, marginalisasi, dan stereotip yang masih melekat di masyarakat. Hal tersebut tercermin dalam penyampaian perasaan tokoh yang terdapat dalam kumpulan cerpen “Perempuan Patah Hati yang Kembali Menemukan Cinta Melalui Mimpi” Karya Eka Kurniawan. Analisis gender menurut Mansour Fakih terdapat marginalisasi, subordinasi, stereotip, kekerasan, dan beban kerja. Permasalahan yang terjadi akibat adanya anggapan masyarakat yang kurang tepat dalam memaknai peran laki-laki dan perempuan. Maka dari itu perlu adanya analisis yang mendalam agar pemahaman masyarakat lebih meluas dan terbuka dalam memahami peran gender. Kata Kunci: ketidakadilan gender, stereotipe, faktor sosial-ekonomi

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here