z-logo
open-access-imgOpen Access
EFISIENSI PENYERAPAN KULIT BUAH ATAP (Arenga pinnata) MENGIKAT ION-ION LOGAM KROMIUM DALAM LARUTAN
Author(s) -
Dian Arrisujaya
Publication year - 2017
Publication title -
sains natural
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2621-508X
pISSN - 2086-3446
DOI - 10.31938/jsn.v4i1.76
Subject(s) - nuclear chemistry , adsorption , biosorption , chromium , scanning electron microscope , metal ions in aqueous solution , metal , chemistry , fourier transform infrared spectroscopy , materials science , metallurgy , sorption , composite material , physics , organic chemistry , quantum mechanics
The Adsorption Efficiency of Atap Fruit Shell (Arenga pinnata Merr) on remove Chromium Metal Ions from aSolution Arenga pinnata fruit shell was dried, pulverized, and used for biosorption of Cr(III) and Cr(VI) from a solution. Column experiments were conducted to investigate the affected parameters of pH solution, particle size, chromium metal ion concentration, flow rate and amount of mass biosorbent. The maximum adsorption efficiency of metal ions Cr(III) and Cr(VI), was 47.79% and 41.47% respectively, initial metal ion concentrations of 75-100 mg/L at initial pH of 3 for Cr(VI) and initial pH of 4 for Cr(III) with the particlesize ≤180μm and flow rate of 1-2 mL/min. Adsorption capacity will increase with increasing the number of mass biosorbent, however adsorption efficiency will decrease. An FTIR examination revealed changes between the natural and heavy metals-loaded biomaterial. Scanning electron micrograph (SEM) also revealed changes in the surface morphology of thebiomass as a result of heavy metal adsorption. Based on these results, it could be concluded that the Arenga pinnata was effective in removing heavy metal from aqueous solution and needed  consideration for scaled-up apllication.Keywords : Arenga pinnata, heavy metals, biosorption, fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), and scanning electron microscope (SEM) ABSTRAK Kemampuan penyerapan kulit buah atap (Areng pinnata) terhadap ion logam Cr(III) dan Cr(VI) dalam larutan. Metoda kolom digunakan dalam proses biosorpsi dengan parameter yang mempengaruhi efisiensi penyerapan yaitu pH larutan, ukuran partikel, konsentrasi ion logam, laju alir dan massabiosorben. Efisiensipenyerapan maksimum ion logam Cr(III) dan Cr(VI) oleh kulit buah atap masing-masing adalah 47.79% dan 41.47 % dengan konsentrasi ion logam 75-100 mg/L pada pH 3 untuk Cr(VI) dan pH 4 untuk Cr(III), ukuran partikel biosorben ≤180µm serta pada laju alir 1-2 mL/menit.Efisiensi penyerapan akan meningkat dengan penambahan massa biosorben, namunkapasitas penyerapannya akan menurun. Analisis FTIR (Fourier Transform Infra Red)digunakan untuk mengetahui membandingkan biomaterial sebelum dan sesudah berikatan dengan ion-ion logam berat.perubahan gugus fungsi pada kulit buah atap dianalisis dengan FTIR (Fourier Transform Infra Red). Sedangkan untuk melihat perubahan permukaan pada kulit buah atap digunakan SEM (Scanning Electron Microscope).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa bahan biomaterial kulit buah atap efektif dalam menyerap logam berat dalam larutan dan biomaterial ini dapat dipertimbangkan untuk skala yang lebih lanjut.Kata kunci : Buah atap, Arenga pinnata, logam massa, biosorpsi, fourier transform infrared spectroscopy (FTIR), dan scanning electron microscope (SEM)

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here