
RESPON MASYARAKAT TERHADAP PERINGATAN BERGAMBAR PADA KEMASAN ROKOK DI KABUPATEN SLEMAN DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
Author(s) -
Rama Nur Kurniawan. K
Publication year - 2017
Publication title -
promotif
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2503-1139
pISSN - 2089-0346
DOI - 10.31934/promotif.v7i1.22
Subject(s) - humanities , art
Upaya menekan permasalahan rokok, pemerintah tak henti-hentinya turut menanggulangi masalah yang ditimbulkan oleh perilaku merokok. Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 2013 yang menekankan pada pencantuman bahaya merokok dalam bentuk gambar pada semua kemasan rokok, mengacu pada sebuah teori komunikasi yang disebut sebagai teori The Extended Parallel Process Model (EPPM) dengan menggunakan pendekatan kesan menakutkan (fear appeals). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi respon masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan disain grounded theory untuk mengeksplorasi respon masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. Pengumpulan data dilakukan dengan triangulasi metode, wawancara mendalam dan diskusi kelompok terarah (DKT). Hasil penelitian memaparkan bahwa; 1) perasaan jijik, takut/ngeri saat melihat gambar, diperkuat dengan keyakinan terhadap kebenaran gambar akan menimbulkan respon menolak, sedangkan perasaan biasa saja yang diperkuat dengan ketidakyakinan akan menimbulkan reaksi menerima gambar, 2) Ada masa penyesuaian masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok. 3) gambar memperkuat niat non perokok untuk semakin tidak merokok, dan tidak mempengaruhi perokok untuk berhenti merokok. 4) gambar dianggap efektif sebagai media edukasi untuk non perokok. Penelitian menyimpulkan bahwa: 1) tindakan masyarakat terhadap peringatan pesan bergambar pada kemasan rokok dipengaruhi oleh faktor perasaan dan keyakinan akan kebenaran gambar. 2) durasi masa penyesuiaan terhadap gambar berlangsung selama ± 2-3 bulan, 3) peringatan pesan bergambar belum mampu menyentuh emosi masyarakat secara kultural dan membuat perokok untuk berhenti merokok. Kata kunci: Pesan peringatan, kemasan rokok, fear appeals, gambar, perasaan