z-logo
open-access-imgOpen Access
Analisa Biaya Dan Waktu Penggunaan Aluma System dan Scaffolding Proyek Arandra Residence Jakarta
Author(s) -
Mafriyal,
Monika Natalia,
Hendra Alexander,
Febri Syah,
Aprilian Ambar Putra
Publication year - 2022
Publication title -
siklus: jurnal teknik sipil/siklus
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2549-3973
pISSN - 2443-1729
DOI - 10.31849/siklus.v8i1.9560
Subject(s) - physics , humanities , forestry , structural engineering , mathematics , art , engineering , geography
Biaya bekisting/perancah termasuk komponen biaya terbesar pada pekerjaan struktur bertingkat. Dari total biaya konstruksi, perkiraan biaya bekisting adalah 10% dan berkisar 40 s/d 60 persen dari biaya beton bertulang. Oleh sebab itu biaya bekisting membutuhkan perhatian khusus, jika kurag tepat dapat menimbulkan pembengkakan biaya dan keterlambatan penyelesaian proyek. Mengingat pekerjaan selanjutnya yaitu pembesian dan pengecoran beton tergantung pada pekerjaan bekising ini. Penelitian ini dilakukan pada Proyek Apartment Arandra Residence Jakarta untuk pekerjaan bekisting balok dan pelat lantai. Disini akan dibandingkan 2 jenis bekisting yaitu bekisting aluma dan scaffolding. Tinjauan dilakukan untuk 15 lantai, dimana balok dan pelat lantainya menggunakan beton fc’ 35. Dari hasil penelitian, diperoleh waktu pelaksanaan pekerjaan bekisting scaffolding 270 hari sedangkan bekisting aluma system 210 hari. Biaya penggunaan bekisting scaffolding sebesar Rp. 5.079.575.760,00 sedangkan bekisting aluma system sebesar Rp. 6.857.471.478,00Penggunaan bekisting aluma system lebih cepat 60 hari dan lebih murah 16,96% dibandingkan bekisting scaffolding.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here