z-logo
open-access-imgOpen Access
Tradisi Belis dalam Perkawinan Adat Suku Weelewo
Author(s) -
Maria Lede,
Zaini Bidaya,
Zakaria Anshori
Publication year - 2018
Publication title -
civicus/civicus : pendidikan-penelitian-pengabdian pendidikan pancasila dan kewarganegaraan
Language(s) - Uzbek
Resource type - Journals
eISSN - 2614-509X
pISSN - 2338-9680
DOI - 10.31764/civicus.v5i2.432
Subject(s) - humanities , sociology , philosophy
AbstrakBelis merupakan tradisi yang memiliki nilai-nilai luhur dan bentuk penghargaan terhadap perempuan.Permasalahan proses tradisi belis dalam perkawinan Adat Suku Weelewo.Mengapa masyarakat Desa Sangu Ate masih mempertahankan tradisi belis dalam perkawinan. Tujuan penelitian yang peneliti kemukan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan proeses tradisi belis dalam perkawinan Adat Suku Weelewo pada masyarakat Desa Sangu Ate. Metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif.Metode pengumpulan data yang digunakan ini adalah observasi, wawancara,dokumentasi yang terstruktur.Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, melalui reduksi data,penyajian data,dan penarikan kesimpulan sehingga tersusun rangkaian sistematika. Hasil penelitian ini dapat  disimpulkan bahwa tradisi belis dalam perkawinana Adat Suku Weelewo pada masyarakat Desa Sangu Ate, ini terbagi yang mahal  sangat mahal dan keberlakuannya tetap wajib bagi siapa saja yang ingin menikah dengan putri-putri  yang ada dimasyarakat  Desa  Sangu Ate. Karena dengan Belis ini, mereka menganggap sebagai kesungguhan dari pria yang ingin menikahi putri-putri mereka. Masyarakat Desa  Sangu Ate masih mempertahankan Belis dalam perkawinan Suku Weelewo,selain itu Belis ini menciptakan keluarga yang kukuh hingga akhir hayat dalam ikatan keluarga yang kuat. Kata Kunci: Tradisi Belis; Perkawinan Adat Weelewo

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here