
Perubahan Kurikulum di Awal Era Reformasi (2004-2006) dan Dampaknya terhadap Pendidikan Nasional
Author(s) -
Andina Dea Saffina,
Farid Fajar Muzaki,
Mikhael Zonasuki Simatupang
Publication year - 2020
Publication title -
sindang
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2684-8872
pISSN - 2623-2065
DOI - 10.31540/sindang.v2i1.621
Subject(s) - humanities , political science , art
Sebelum terjadi Reformasi Indonesia menggunakan kurikulum 1994. Namun, setelah terjadinya reformasi kurikulum 1994 diganti dengan kurikulum 2004 dikarenakan rincian mata pelajaran yang digunakan siswa pada kurikulum 1994 terlalu banyak dan guru dengan siswa kurang interaktif. Setelah dibuat kurikulum 2004 rincian mata pelajaran yang digunakan siswa dibuat lebih sederhana, sedikit dan guru dengan siswa lebih interaktif. Salah satu kelebihan kurikulum 2004 adalah mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa. Namun, setelah digunakannya kurikulum 2004 terdapat beberapa kelemahan sehingga digantikan dengan kurikulum 2006 (KTSP). Menurut (Sanjaya, 2011) terdapat beberapa kelemahan kurikulum 2004, yaitu diantaranya seperti guru tidak berusaha untuk mengetahui kemampuan siswa lebih awal, guru tidak pernah mengajar cara berfikir siswa, guru tidak berusaha untuk memperoleh umpan balik. Oleh karena itu, kurikulum 2004 digantikan dengan kurikulum 2006 (KTSP) yang diharapkan menjadi kurikulum yang dapat meningkatkan mutu pendidikan Indonesia