
Unsur Serapan Bahasa Daerah dan Bahasa Asing dalam Novel Lelaki Pembawa Kain Kafan
Author(s) -
Elvina Syahrir
Publication year - 2019
Publication title -
madah: jurnal bahasa dan sastra/madah : jurnal bahasa dan sastra
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2580-9717
pISSN - 2086-6038
DOI - 10.31503/madah.v10i1.799
Subject(s) - humanities , linguistics , art , philosophy
This research was motivated by the fact that literature as the imaginative works that in their use of language could get the loanwords of the local language or the foreign language. The author of the story was free to express through words. This research was a review of the novel Lelaki Pembawa Kain Kafan by Griven H. Putra, one of the writers in Riau Province. This study aimed to describe the elements of loanwords of the local language and the foreign language loandwords that were mentioned in the novel and grouping them based on the level of integration. Based on the analysis, it was obtained that novel loan the vocabularies of some languages namely Malay of Rantaubaru (Pelalawan, Riau), Javanese language, English, and Arabic. There were two groupings based on the level of integration in the novel. The results indicate that we were suggested to maintain and preserve the literary work. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan bahwa karya sastra sebagai karya imajinatif, dalam penggunaan bahasanya, bisa mendapat serapan dari bahasa daerah ataupun bahasa asing. Penulis cerita memiliki kebebasan berekspresi melalui kata-kata. Penelitian ini merupakan telaah terhadap novel Lelaki Pembawa Kain Kafan karya Griven H. Putra, salah seorang sastrawan Riau. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur serapan bahasa daerah dan bahasa asing apa saja yang terdapat dalam novel serta pengelompokan berdasarkan taraf integrasinya. Dari penganalisisan data diperoleh temuan bahwa novel tersebut menyerap kosakata dari beberapa Bahasa, yaitu bahasa Melayu Rantaubaru (Pelalawan, Riau) sebanyak 64 entri, bahasa Jawa sebanyak 2 entri, bahasa Inggris sebanyak 3 entri, dan bahasa Arab sebanyak 13 entri. Dalam novel ini terdapat dua pengelompokan besar berdasarkan taraf integrasinya. Dari hasil penelitian yang diperoleh disarankan bahwa kita, sebagai masyarakat bahasa, hendaknya harus dapat menjaga dan melestarikan khazanah yang ada.