z-logo
open-access-imgOpen Access
KONDISI PROSES PENGERINGAN UNTUK MENGHASILKAN SIMPLISIA TEMUPUTIH STANDAR
Author(s) -
Lamhot P. Manalu,
Himawan Adinegoro
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal standarisasi/jurnal standardisasi
Language(s) - Turkish
Resource type - Journals
eISSN - 2337-5833
pISSN - 1411-0822
DOI - 10.31153/js.v18i1.698
Subject(s) - physics , traditional medicine , food science , chemistry , medicine
Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari proses pengeringan irisan temuputih (Curcuma zedoaria (Berg.) Rosc.) serta untuk menentukan kondisi proses pengeringan yang optimal dalam menghasilkan simplisia temuputih yang memenuhi standar. Kriteria kondisi tersebut adalah yang dapat memenuhi kadar air standar 10%, memenuhi kriteria mutu yang ada, waktu pengeringan yang cepat, memiliki kadar kurkumin yang tinggi dan tampilan visual yang optimal. Hasil studi menunjukkan bahwa suhu dan kelembaban udara pengering berpengaruh terhadap kadar air akhir yang dapat dicapai, dimana suhu 40 °C tidak dapat mencapai kadar air 10%. Laju udara pengeringan berpengaruh terhadap kadar air akhir dan kadar kurkumin. Terdapat kecenderungan semakin rendah laju udara pengeringan maka semakin tinggi kadar kurkumin simplisia temuputih. Kondisi suhu pengeringan berpengaruh terhadap tampilan warna temuputih kering. Kondisi proses pengeringan yang direkomendasikan untuk mendapatkan simplisia temuputih standar adalah pada suhu 50 °C dan RH 20% dengan laju udara pengeringan 0,2-0,3 m/detik.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here