
Banjuran, Gamelan Prosesi Zaman Bali Kuna
Author(s) -
Hendra Santosa,
Dyah Kustiyanti,
Ida Ayu Wayan Arya Satyani
Publication year - 2022
Publication title -
mudra
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2541-0407
pISSN - 0854-3461
DOI - 10.31091/mudra.v37i1.1717
Subject(s) - art , humanities
Artikel ini sebagian merupakan hasil penelitian yang berjudul “Evolusi Gamelan Bali”, kemudian ditambah dengan ulasan mengenai perubahan yang terjadi setelah masa Gelgel. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bentuk gamelan Banjuran yang tersurat dalam beberapa prasasti Bali Kuna. Ahli karawitan Bali sering menghubungkannya dengan gamelan Balaganjur yang sekarang berkembang di Bali. Untuk penjelasan secara konfrehensif, artikel ini disusun dengan menggunakan metode sejarah mulai dari heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografinya disampaikan melalui penyampaian deskriftif analisis secara kritis. Walaupun sebenarnya zaman sejarah di Bali dimulai dari tahun 804 Masehi melalui prasasti Sukawana AI, tetapi hubungan yang erat antara Bali dengan Jawa Tengah pada sekitar abad ke 7 melalui berbagai temuan arkeologi. Hal ini tentunya membuka dugaan bahwa gambaran gamelan Banjuran terukir dalam relief candi Borobudur. Bentuk kendang Bali yang silinder asimetris banyak terukir dalam reliefnya. Selanjutnya, bentuk kendang Bali juga terukir dalam relief candi Tegawangi di Jawa Timur. Untuk memperjelas bentuk gamelan Banjuran ini, diperkuat pula dengan keterangan dan data-data dari kakawin Nagarakretagama. Gamelan Banjuran diduga merupakan cikal bakal dari perkembangan gamelan Balaganjur yang berkembang dewasa ini.