
Perhelatan Seni dalam Bingkai Dinamika Zaman Taman Balekambang Surakarta (1921-2020)
Author(s) -
Rudy Wicaksono Herlambang,
Rahmanu Widayat,
Galih Pranata
Publication year - 2021
Publication title -
mudra
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2541-0407
pISSN - 0854-3461
DOI - 10.31091/mudra.v36i1.1164
Subject(s) - humanities , art
Taman Balekambang merupakan salah satu diantara banyak objek wisata yang cukup populer di wilayah Solo. Tidak hanya menyajikan keindahan tamannya, melainkan menyimpan sisi historis yang cukup panjang. Tulisan ini berupaya untuk merekam kilas balik perhelatan seni dari masa ke masa yang pernah terjadi di Taman Balekambang Surakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Taman Balekambang pernah ramai dengan beragam pertunjukkan seni dan animo para penikmatnya sampai di era 80-an sebelum akhirnya tergeser oleh media globalisasi yang membuat Taman Balekambang kehilangan keramaiannya dan mulai ditinggalkan di era 90-an. Padahal sebelumnya, berbagai perhelatan seni seperti WOP, Kethoprak pernah berjaya di era 80-an. Kondisi memprihatinkan semakin terasa dimana Taman Balekambang mulai dipandang dengan stigma negatif dengan berdirinya dunia malam di dalamnya serta sisi gelap lainnya seperti pijat ‘plus-plus’ dan sebagainya. Upaya revitalisasi kemudian dilakukan oleh Pemerintah Kota Solo dimulai dari revitalisasi oleh Pimpinan Kota Solo Joko Widodo dan FX Rudy di tahun 2008. Selain itu pendirian sarana baru seperti Open Stage menjadi upaya pelestarian Taman Balekambang sekaligus mempertahankan eksistensi perhelatan seni dan budaya yang sejak dulu terselenggara di Taman ini.