z-logo
open-access-imgOpen Access
Arsitektur Bangunan Rumah Tradisional Jawa: Keberadaan Bangunan Tradisional Jawa di Kampung Kauman, Yogyakarta
Author(s) -
Muhammad Chawari
Publication year - 1999
Publication title -
berkala arkeologi/berkala arkeologi
Language(s) - Uncategorized
Resource type - Journals
eISSN - 2548-7132
pISSN - 0216-1419
DOI - 10.30883/jba.v19i1.798
Subject(s) - humanities , art
Keberadaan Kampung Kauman tidak lepas dari sejarah dan berdirinya Kerajaan Mataram Islam periode terakhir (mulai dinasti Hamengku Buwana). Selain itu, Kauman merupakan salah satu bagian dari birokrasi Kerajaan Mataram tersebut. Beberapa tahun setelah kerajaan ini berdiri, mulai dipikirkan untuk membangun sebuah tempat ibadah (masjid). Akhirnya bangunan masjid besar ini berdiri kira-kira 18 tahun setelah Pangeran Mangkubumi dilantik sebagai sultan dengan gelar Sri Sultan Hamengku Buwana I. Setelah masjid ini berdiri, kemudian pihak kerajaan menempatkan seorang penghulu kerajaan. Penghulu ini bertugas untuk mengurusi operasional masjid. Penghulu ini menempati rumahnya yang terletak di sebelah utara masjid. Di kemudian hari tempat ini (rumah dan kantor) terkenal dengan sebutan "pengulon". Dengan demikian pengulon ini berarti rumah dan lingkungannya tempat kedudukan seorang penghulu kraton.

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here