
PENERAPAN KAIDAH LA NAHYU PADA JUZ 30: ANALISIS MUHAMMAD KHALID AL-SABITH
Author(s) -
Dindin Moh Saepudin
Publication year - 2019
Publication title -
al-tadabbur/al - tadabbur : jurnal ilmu al-quran dan tafsir
Language(s) - Spanish
Resource type - Journals
eISSN - 2581-2564
pISSN - 2406-9582
DOI - 10.30868/at.v4i01.350
Subject(s) - physics , kali , arabic , humanities , philosophy , linguistics , botany , biology
para ahli Usul baik dalam Fiqih maupun tafsir terdapat perbedaan paham mengenai al-Nahyu yang bermakna hakiki yaitu al-Tahrim(التحريم) atau bermakna Majazi, yang mempunyai beberapa makna seperti Doa (الدعاء), Iltimas(التمس) , Irshad (ارشاد), Dawam (دواما), Bayan al-’Aqibah (بيان العقبه) , al-yais(اليأس) , Tamanni (التمني), Tahdiid, (تهديد), Kara<hah (الْكَرَاهَةُ), Tahqir (تحقير) , I’tinas الإئتناس)) dan Taubikh (توبخ). Penggunaan Nahyu lebih ditekankan pada syariat-syariat Islam dan operasional hukum, sedangkan pemaknaan Nahyu pada masalah akidah, keimanan dan moral masih jarang dilakukan, oleh karena itu penulis berupaya menganalisis La Nahyu dengan pendekatan kaidah Muhammad Khalid al-Sabith dalam karya Qawaid al-Tafsir pada Juz 30 yang merupakan surat Makiyyah, yang terulang 29 kali pada Surat al-Naba: 24(2),35(2),37,38, al-infitar :19, al-Inshiqaq:20, 21, al-‘Ala: 6, 13(2), al-Ghashiyyah :7(2),11, 17, al-Fajr:17, 18, 25,26, al-Balad:11, al-Shams:15, al-Lail:15, al-Duha:9,10, al-‘Alaq:19, al-‘Adiyat:9, al-Maun:3, al-Kafirun:2, Selain itu kelebihan Hasil penelitian menujukkan bahwa penggunaan kaidah Nahyu Usman Bin sabit yaitu kaidah satu digunakan pada 6 ayat, kaidah empat pada 17 ayat, dan kaidah lima pada 5 ayat, sedangkan makna La Nahyu yang bermakna hakiki terulang 4 kali yang bermakna al-Tahrim, sedangkan makna majazi terulang 25 kali dengan makna taubikh 4 kali, bayan al-‘aqibah 15 kali, al-yais(اليأس) 1 kali, Dawam (دواما) 2 kali, Tahqir (تحقير) 1 kali, dan Irshad (ارشاد) 2 kali. Hal terebut menunjukkan bahwa ayat-ayat Makiyyah tidak menyinggung masalah hukum syariat tetapi menekankan kepada keimanan, akidah dan moral universal,