
Efektivitas Bio Herbisida Pulp Kakao (Theobroma cacao L) Dengan Beberapa Tingkat Kematangan Fermentasi Terhadap Pengendalian Gulma di Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq)
Author(s) -
Aulia Juanda,
Saroha Manurung,
Yasser Subroto Ginting
Publication year - 2019
Publication title -
best journal./best journal
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
eISSN - 2654-4652
pISSN - 2614-8064
DOI - 10.30743/best.v2i1.1769
Subject(s) - pulp (tooth) , horticulture , physics , biology , medicine , pathology
Bioherbisida dari pulp kakao merupakan salah satu produk sampingan dari kakao, yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Berdasarkan hasil tes awal, fermentasi cair pulp kakao berpotensi untuk digunakan sebagai bio-herbisida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pengaruh lama fermentasi bioherbisida pulp kakao untuk mengendalikan gulma. Penelitian ini dilakukan di area perkebunan kelapa sawit kampus Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Medan. Penelitian dilakukan pada bulan Mei dan Juli 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) non faktorial, terdiri dari 4 perlakuan dan diulang 3 kali. Parameter pengujian disusun pada daftar varians dan menguji Least Significant Difference (LSD) pada level 5% dan 1%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bioherbisida pulp kakao mengandung asam asetat yang dapat meracuni gulma. Persentase keracunan gulma tertinggi dalam 3 Hari Setelah Aplikasi (HSA) tingkat persentase toksisitas 26,00% MI, MII 30,00%, dan sebesar 31,00% MIII. Ini menunjukkan bahwa lama fermentasi mempengaruhi jumlah kandungan asam cuka untuk setiap perawatan. Toksisitas yang disebabkan oleh bioherbisida pulp kakao adalah herbisida kontak seperti yang terlihat dari permukaan daun yang layu tampak seperti terbakar, bagian yang terkena dampak fermentasi air limbah pulp kakao