
KAJIAN OBJEK WISATA SEJARAH BERDASARKAN KELAYAKAN LANSKAP SEJARAH DI KOTA PALEMBANG
Author(s) -
Myrna Sukmaratri
Publication year - 2018
Publication title -
jurnal planologi
Language(s) - English
Resource type - Journals
eISSN - 2615-5257
pISSN - 1829-9172
DOI - 10.30659/jpsa.v15i2.3071
Subject(s) - tourism , geography , tourist attraction , humanities , ethnology , cartography , advertising , archaeology , history , art , business
As a city incorporated within the Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Palembang City certainly has the potential of historical and cultural assets that can be utilized as a tourist attraction. However, tourists who visit the historical attractions in Palembang is still dominated by domestic tourists and even local tourists. Though the historical tourist attraction actually has the potential to bring in more tourists when balanced with optimal development. The purpose of this study is to analyze the potential of historical attractions based on the feasibility of the historical landscape. Scoring analysis techniques used to evaluate the value of the feasibility historical landscape as a tourist attraction so the potential class is obtained. Scoring results obtained that Kawah Tengkurap and Kampung Kapitan included in the low category. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Makam Ki Gede Ing Suro, and Kampung Assegaf included in medium category. Meanwhile, the tourist attractions are included in the high category areBenteng Kuto Besak, Kampung Al Munawar, Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya, Bukit Siguntang, Museum Balaputra Dewa, and Jembatan Ampera.Keywords: History Tour, Landscape History, Palembang City ABSTRAKSebagai kota yang tergabung di dalam Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI), Kota Palembang tentu memiliki potensi aset sejarah dan budaya yang dapat dimanfaatkan sebagai objek wisata. Namun, wisatawan yang berkunjung pada objek wisata sejarah di Palembang masih didominasi wisatawan nusantara bahkan wisatawan lokal. Padahal objek wisata sejarah tersebut sebenarnya memiliki potensi mendatangkan lebih banyak wisatawan manakala diimbangi dengan pengembangan yang optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis potensi objek wisata sejarah berdasarkan kelayakan lanskap sejarah. Teknik analisis skoring digunakan untuk mengevaluasi nilai kelayakan lanskap sejarah sebagai objek wisata sehingga didapatkan klas potensi. Dari hasil skoring didapatkan Kawah Tengkurap dan Kampung Kapitan termasuk dalam kategori rendah. Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Makam Ki Gede Ing Suro, dan Kampung Assegaf termasuk dalam kategori sedang. Sedangkan, objek wisata yang termasuk dalam kategori tinggi yakni Benteng Kuto Besak, Kampung Al Munawar, Taman Purbakala Kerjaan Sriwijaya, Bukit Siguntang, Museum Balaputra Dewa, dan JembatanAmpera.Kata Kunci: Wisata Sejarah, Lanskap Sejarah, Kota Palembang