z-logo
open-access-imgOpen Access
PEMILIHAN BAHASA DALAM IKLAN �ORANG PINTAR MINUM TOLAK ANGIN� VS �ORANG BEJO MINUM BITANG TOEJOEH MASUK ANGIN� DALAM ETIKA PERIKLANAN
Author(s) -
Zahra Nabila Alfira Insyraa
Publication year - 2020
Publication title -
makna : jurnal ilmiah komunikasi (e-journal)
Language(s) - Italian
Resource type - Journals
ISSN - 2337-4616
DOI - 10.30659/jikm.v8i2.10650
Subject(s) - humanities , art , physics
Banyak prespektif tentang pemilihan Bahasa dalam etika periklanan , dan juga penonton harus bisa membedakan dan mengkritisi iklan tersebut. Iklan dengan tagline Orang pintar minum tolak angin di luncurkan Perusahan PT SIDOMUNCUL yang berdiri dari sebuah industri rumah tangga pada tahun 1940. Dan sudah di tanyangkan pertama kali di televisi tahun 2000, dan sudah menghipnotis masyrakat dengan obat herbal yangbentuk cairan yang mudah di bawa kemana mana untuk mengatasi masuk angin. Sedangkan Iklan dengan tagline Orang bejo minum bintang toejoeh masuk anginyang di mana di produksi oleh PT BINTANG TOEJOEH yang berdiri pada tahun 1946 di garut dan di tanyangkan pada tahun 2012. Dan yang menjadi banyak pertimbangan itu dengan menjadi ciri khas tagline masing masing yaitu dan salah satunya kalimat pada Orang bejo lebih untung dari orang pintar yang menyinggung iklan pada kalimat Orang pintar minum tolak angin yang di gunakan PT Sidomuncul. Pembahasan dua iklan ini di lihat dari presfektif masyrakat dan Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang penyiaran dan juga di lihat dari etika yang seharusnya di lakukan perusahaan dan dengan pemilihan Bahasa dalam periklanan yang benar dalam mengiklankan produknya.Kata kunci: Pemilihan Bahasa, etika periklanan televisi

The content you want is available to Zendy users.

Already have an account? Click here to sign in.
Having issues? You can contact us here